<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>Adi J. Mustafa - Membaca Kehidupan</title>
<link>http://adijm.multiply.com/</link>
<description>Selamat datang di ruang sederhana ini. Ternyata begitu banyak hal menarik saya temui di Indonesia. Suasana keluarga tetap menjadi sumber inspirasi dan ketenteraman batin yang selalu terasa bermakna untuk direkam dalam tulisan. Berbagai permasalahan di tanah air, mulai masalah lingkungan sekitar, masalah kemanusiaan, masalah sosial-ekonomi hingga masalah pengelolaan negara menyisakan bahan perenungan yang tidak sedikit. Saya akan mencoba terus berbagi tulisan dengan sahabat MPers. Semoga menjadi bacaan bermanfaat.&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;Bagi saya tulisan adalah salah satu wahana penting berbagi pemikiran dan perasaan selama menjalani kehidupan. Karenanya komentar sahabat akan menjadi feedback berharga bagi saya dan semoga menjadi bahan berguna bagi kita semua untuk lebih seksama membaca kehidupan dan ... sukses di dalamnya.&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;Oya, sesekali saya akan berbagi foto dan syair-lagu. Katanya, gambar itu mewakili sejuta kata dan syair itu melembutkan jiwa.&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;Terakhir, dan ini yang paling penting, saya sungguh berharap ruang ini menjadi tempat kita membina persahabatan dan persaudaraan.&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;Salam,&#x3C;BR&#x3E;Adi JM.&#x3C;BR&#x3E;@Bogor-Indonesia</description>
<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 02:39:43 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Mon, 7 Jul 2008 04:18:52 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>Adi J. Mustafa - Membaca Kehidupan</title>
<url>http://images.adijm.multiply.com/logo</url>
<link>http://adijm.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>At-Takaatsur, Materialisme dan Budaya Korupsi</title>
<description>    &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Ada banyak kejadian dan fenomena yang membuat saya sangat khawatir dengan masa depan bangsa ini. Krisis energi yang melanda negeri ini, padahal masih banyak porsi sumber daya energi yang justru diekspor ke luar negeri. Melambungnya harga BBM yang melilit anggaran belanja negara yang nampaknya telah lalai menggagas dan menggulirkan kebijakan energi yang mantap. Sementara itu, seperti diangkat majalah Swa, segelintir pebisnis minyak dalam negeri justru meraih keuntungan berlipat ganda dengan melambungnya harga jajaan mereka. Seorang ekonom, yang pernah jadi birokrat, mengangkat statistik adanya komisi 2 US-dollar untuk setiap barrel impor minyak. Kalau negeri ini perlu impor 300.000 barrel per hari, maka angka komisi ini hampir senilai 6 milyar sehari! Yang menyedihkan adalah bahwa sebagian besar proses eksplorasi sumber daya mineral dilakukan oleh pihak asing. Dalih yang dipakai adalah, karena kita tidak punya uang untuk mengeksplorasi dan mengelolanya [1].&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Di tengah krisis energi ya...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/307/At-Takaatsur_Materialisme_dan_Budaya_Korupsi</guid>
<pubDate>Mon, 7 Jul 2008 04:18:52 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Gaji Papa Berapa?</title>
<description> &#x3C;font color=&#x22;#800000&#x22; face=&#x22;Trebuchet MS&#x22; size=&#x22;4&#x22;&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;color: rgb(0, 0, 0); &#x22; size=&#x22;2&#x22;&#x3E;Sebuah kisah yang patut menjadi renungan para ayah -termasuk saya di dalamnya- dan juga para calon ayah.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Terima kasih untuk Pak Jasmo yang tulisannya saya kutip. Saya dapatkan pada milis alumni sekolah.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Salam,&#x3C;br&#x3E;Adi JM.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;b&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Gaji Papa Berapa?&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;font face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;font color=&#x22;#800000&#x22; face=&#x22;Trebuchet MS&#x22; size=&#x22;2&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Seperti  biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka&#x3C;br&#x3E;di Jakarta,  tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya,&#x3C;br&#x3E;Sarah, putra  pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu&#x3C;br&#x3E;untuknya.  Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x22;Kok, belum tidur?&#x22; sapa Andrew  sambil mencium anaknya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia  pulang dan baru terjaga ketika&#x3C;br&#x3E;ia akan berangkat ke kantor pagi  hari.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab,  &#x22;Aku&#x3C;br&#x3E;nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?&#x22;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x22;Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya?&#x22;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x22;Ah, enggak. Pengen tahu aja&#x22; ucap Sarah singkat.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x22;Oke. Kamu  boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam&#x3C;br&#x3E;dan dibayar...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/305/Gaji_Papa_Berapa</guid>
<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 03:34:18 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Mendidik Anak dalam Keprihatinan</title>
<description>    &#x3C;font style=&#x22;font-family: comic sans ms; &#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Diantara ujian bagi orang tua dalam pendidikan anak adalah pada sikap:&#x22; Cukuplah saya dulu yang hidup prihatin. Anak-anak kalau bisa tidak usah mengalami kesulitan sebagaimana saya alami.&#x22; Sikap ini amat terkait erat dengan rasa kasih sayang orang tua kepada anak, yang memang Allah tetapkan pada fitrahnya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Lalu apakah orang tua harus bersikap hemat dan melakukan rekayasa tertentu agar anak-anak mengalami kesulitan dalam proses pendidikannya? Saya yakin akan sulit bagi orang tua melakukan tindakan seperti ini. Apalagi kalau kondisi ekonomi keluarga relatif baik, tentulah orang tua akan memberikan fasilitas terbaik bagi anak-anak. Kecenderungan yang ada orang tua bahkan akan melakukan berbagai usaha agar anaknya hidup dalam kenyamanan dan kecukupan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Yang saya alami dan amati, kondisi tertentulah yang membawa seorang anak ada pada kesulitan, yang membuat jiwa mereka tertempa mengatasi masalah kehidupan. Dalam kondisi sulit seperti ini, bahkan orang tua pun berada dalam kondisi tidak dap...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/304/Mendidik_Anak_dalam_Keprihatinan</guid>
<pubDate>Mon, 9 Jun 2008 07:15:18 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Obrolan Para Ayah tentang Pendidikan Anak Perempuan</title>
<description>      &#x3C;font style=&#x22;font-family: comic sans ms; &#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Obrolan semalam cukup unik. Para ayah -termasuk saya di dalamnya- sedang agak mumet mengikuti perkembangan pendidikan anak-anak perempuan mereka yang menginjak remaja di masa-masa SMP. Supaya konteks tulisan ini tergambar jelas, saya akan mulai tulisan ini dari latar belakang pilihan pendidikan untuk anak.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Seiring kesadaran kami untuk menghantarkan anak-anak mereka pada suatu sistem pendidikan yang islami, anak-anak pun disekolahkan pada pondok-pondok pesantren; Istilah lainnya: Islamic Bording School. Pada prakteknya tentu sebagai orang tua, kami tidak memaksakan kehendak kepada anak-anak. Bahkan dalam banyak kasus, pilihan masuk pondok itu didasarkan pada keinginan anak. Meskipun dilanda kebimbangan, karena akan terpisah jauh dari anak, kami pun dengan senang hati mendorong dan mendukung mereka untuk menempuh pendidikan di pondok.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Suasana pondok sendiri bagi sebagian kami bukan suasana yang kami kenal langsung. Sebagian kami malahan memiliki latar belakang pendidikan yang normal-...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/303/Obrolan_Para_Ayah_tentang_Pendidikan_Anak_Perempuan</guid>
<pubDate>Thu, 5 Jun 2008 04:31:41 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Aktivitas Dakwah yang Muslimah Friendly</title>
<description>           &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Saya sempat berdialog cukup hangat dengan istri di rumah seputar aktivitas dakwah yang melibatkan muslimah. Sejauh yang saya perhatikan, para aktivis muslimah masih belum dalam posisi seimbang dalam pengaturan waktu sesuai fitrahnya sebagai perempuan. Ada beberapa kondisi yang semestinya diperhatikan betul para pimpinan dakwah (baik pimpinan laki-laki ataupun pimpinan perempuan) ketika melibatkan muslimah dalam aktivitas dakwah:&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;1. Waktu&#x3C;br style=&#x22;text-decoration: underline; &#x22;&#x3E;Hendaknya dijadwalkan secara sungguh-sungguh agar muslimah pada kegiatan-kegiatannya tidak melewati batas waktu Magrib, apalagi hingga larut malam.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Apabila diperkirakan kegiatan akan melewati batas waktu tersebut ada dua pilihan alternatif, tidak memaksakan melibatkan muslimah atau menjadwal ulang acara, sehingga muslimah bisa meninggalkan tempat acara lebih awal.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;2. Agenda&#x3C;br&#x3E;Terkait erat dengan masalah waktu, hendaknya pada rapat-rapat atau pertemuan yang sifatnya massal, pengagendaan acara memperhatikan kebutuhan muslimah untuk berada di rumahnya...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/302/Aktivitas_Dakwah_yang_Muslimah_Friendly</guid>
<pubDate>Tue, 27 May 2008 04:30:52 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Berhari Ahad dengan Anak-anak (Tanpa Bunda Mereka)</title>
<description>&#x3C;font style=&#x22;font-family: comic sans ms; &#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Ahad pagi kemarin istri mesti pergi ke Bandung untuk keperluan aktifitas dakwah politiknya. Seperti biasa ia meminta ijin saya. Saat itu anak-anak meminta saya agar tidak memberi ijin. Biasalah, namanya anak-anak, tetap saja merasakan hal yang berbeda kalau mesti ditinggal bunda mereka, walau hanya beberapa jam. Apalagi secara psikologis, bunda mereka akan pergi ke luar kota. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Saya sendiri kali ini cenderung untuk mengijinkan istri pergi. Pertimbangannya, dia akan berangkat bersama cukup banyak ibu-ibu lainnya ikut dalam rombongan tiga buah bis. Bagaimana pun juga, dengan amanah dakwah yang ia pikul, diperlukan penyegaran intelektual dan sekaligus konsolidasi untuk memperkuat gerak dakwah.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sejak Sabtu malam, istri sudah memikirkan persiapan makan anak-anak -dan juga untuk saya tentunya-. Begitu juga pagi harinya, ia masih risau karena enggak sempat menyiapkan makanan itu, sebab mesti berangkat cukup pagi dari rumah. Saya bilang, &#x22;Sudahlah ... Gampang kalau masalah makanan.&#x22; Maka saya ant...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/301/Berhari_Ahad_dengan_Anak-anak_Tanpa_Bunda_Mereka</guid>
<pubDate>Mon, 26 May 2008 08:05:58 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Membangun Semangat Pembelajar (2)</title>
<description>      &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: normal;&#x22; align=&#x22;center&#x22;&#x3E;Kelengkapan Pengetahuan Muslim*&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Tulisan ini melanjutkan tulisan sebelumnya tentang membangun semangat pembelajar [1]. Diantara pemacu semangat dalam proses pembelajaran adalah pemahaman tentang peta pengetahuan atau kelengkapan pengetahuan. Inilah yang akan menjadi pengarah bagi pribadi muslim untuk terus melengkapi akalnya dengan pengetahuan yang mampu memandu jalan hidupnya. Pembicaraan tentang kelengkapan pengetahuan ini terkait erat dengan pengetahuan tentang klasifikasi pengetahuan [2]. Beberapa ilmuwan muslim lain menggagas masalah kelengkapan ilmu bagi seorang muslim secara praktis dan dalam kerangka dakwah. Ustadz Sa&#x2019;id Hawwa misalnya menulis buku &#x3C;i style=&#x22;&#x22;&#x3E;Jundullah Tsaqafaatan wa Akhlaaqan&#x3C;/i&#x3E; [3]. Demikian juga Ustadz Yusuf al-Qardhawi pernah menulis buku tentang kelengkapan tsaqafah bagi para pendakwah Islam.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Saya sendiri tertarik dengan pengklasifikasian pengetahuan (ats-tsaqafah) menjadi tiga kelompok, sebagai berikut [4]:&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;ol style=&#x22;margin-top: 0in;&#x22; start=&#x22;1&#x22; type=&#x22;1&#x22;&#x3E;&#x3C;li class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Ats-Tsaqafah adz-Dzatiyyah (pengetahuan inti/utama)&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/li&#x3E;&#x3C;li class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Ats...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/300/Membangun_Semangat_Pembelajar_2</guid>
<pubDate>Thu, 15 May 2008 03:21:18 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Membangun Semangat Pembelajar</title>
<description>&#x3C;font style=&#x22;font-family: comic sans ms;&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;5&#x22;&#x3E;Membangun Semangat Pembelajar&#x3C;/font&#x3E;*&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;font-family: comic sans ms;&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Allah swt menyatakan bahwa Dia akan mengangkat &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;font-family: comic sans ms;&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;beberapa derajat kedudukan sebagian orang-orang beriman dan orang-orang yang menggali ilmu (QS. Al Mujadilah:11). Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Di balik kewajiban ini ada jaminan pahala dan kedudukan mulia bagi mereka yang menjalankannya. Bagaimana tidak, dengan ilmulah umat manusia akan dapat memecahkan berbagai masalah kehidupan. Dengan ilmu pula manusia akan memperoleh kesejahteraan dalam hidupnya [1]. Maka amat mulialah mereka yang terus-menerus gigih menggali ilmu untuk kemashalahatan umat manusia.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Diantara profil pembelajar yang luar biasa adalah Imam Syafi&#x27;i [2]. Beliau adalah salah satu dari empat imam dalam mahdzab fiqih Islam, yang pemikirannya hingga saat ini menjadi ilmu yang terus bermanfaat bagi umat Islam dan umat manusia pada umumnya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Imam Syafi&#x27;i terlahir dalam keadaan yatim pada tahun 150H. Kehidupan beliau di masa kecil relatif sulit. Akan tetapi beliau sudah hafal Qur&#x27;...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/299/Membangun_Semangat_Pembelajar</guid>
<pubDate>Wed, 14 May 2008 06:22:30 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Kecurangan UAN, Keresahan Siswa dan Orang Tua</title>
<description> &#x3C;font style=&#x22;font-family: comic sans ms;&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Saya menengok Fafa yang baru mengikuti UAN untuk SMP tanggal 4-7 Mei lalu. Dia bilang lumayan bisa mengerjakan soal-soal ujian. Dia optimis untuk Matematika dan Bahasa Inggris. Yang agak sulit adalah Bahasa Indonesia dan IPA. Begitu laporan singkatnya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Di tengah obrolan itu Fafa bercerita bahwa soal-soal latihan dari DKI-Jakarta amat dekat dengan soal-soal yang keluar di UAN. Dia merasa beruntung bisa berlatih dengan soal-soal yang dibawa salah seorang temannya. Sampai di sini saya merasa senang mendengarkan ceritanya, sebab usaha-usaha yang dilakukan masih dalam koridor bekerja dan belajar. Saya dan istri amat mengikuti hari-hari persiapan Fafa menjelang UAN. Kami sangat tahu betapa intensif bimbingan ujian diberikan di sekolahnya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Fafa punya cerita yang sedikit mengganjal. Dia mensinyalir ada juga teman-temannya yang dapat bocoran jawaban soal ujian. Tanda-tandanya, beberapa temannya (terutama yang pria), begitu cepat keluar dari ruang ujian. Ujian dimulai jam 8 pagi. Jam 8:30 atau ja...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/298/Kecurangan_UAN_Keresahan_Siswa_dan_Orang_Tua</guid>
<pubDate>Mon, 12 May 2008 07:05:44 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Dunia Anak yang Terampas</title>
<description> &#x3C;font style=&#x22;font-family: comic sans ms;&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Kalau kita perhatikan dengan seksama, akan kita dapati bahwa tayangan-tayangan televisi kita banyak merampas anak-anak dari dunianya. Anak-anak sangat sedikit mendapatkan tayangan yang pas dan cocok dengan perkembangan kejiwaan mereka. Yang lebih memprihatinkan, dalam beberapa &#x22;acara anak&#x22; mereka justru tidak lagi menjadi anak-anak. Mereka dipaksa menjadi &#x22;orang dewasa&#x22;. Contoh hal yang terakhir disebutkan ini adalah pada acara &#x22;Idola Cilik&#x22; atau yang lebih kentara pada acara &#x22;Mama Mia&#x22;.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Pada dua acara di atas, anak-anak seringkali dipaksakan bergaya seperti orang dewasa, mulai dari berpakaian hingga make-up yang mereka pakai. Kemudian mereka pun seringkali menyanyikan lagu-lagu orang dewasa. Sebagai orang tua, apa kesan kita melihat anak-anak membawakan syair lagu seperti ini: O o kamu ketahuan, pacaran lagi, dengan si dia, teman baikku ...? Kalau kita berpikir jernih, tentu kita merasa miris mendengar ini. Tapi, saksikanlah bagaimana para penonton acara live itu, termasuk juga para o...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/297/Dunia_Anak_yang_Terampas</guid>
<pubDate>Mon, 5 May 2008 07:50:54 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Kerudung untuk Berakting</title>
<description>   &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Filem Ayat-ayat Cinta (AAC) sudah membukukan suksesnya di pasaran. Tak kurang HNW (Hidayat Nur Wahid), SBY, JK dan para petinggi lain negeri ini ikut menyemarakan hadirnya filem cinta* bernuansa islami.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Saya sendiri termasuk yang menyambut senang hadirnya filem tersebut. Sambutan masyarakat Indonesia pada filem AAC menunjukkan bahwa pasar siap menyambut hangat gagasan-gagasan sineas dengan tawaran budaya islami. Ini bisa mengimbangi life-style kebarat-baratan yang lebih banyak diekspose lewat filem atau sinetron.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Di tengah sukses AAC ini, ada satu hal yang saya pikir mesti jadi pertimbangan penting buat para sineas dan budayawan muslim, yaitu agar para pemain filem atau sinetron bisa menampilkan kepribadian yang selaras pada saat main filem dan di luar filem. Terus terang buat saya AAC yang sukses itu menjadi semu dan bahkan palsu, saat kemudian melihat para pemeran Aisha, Maria dan yang lainnya tak berkerudung di keseharian.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Saya teringat tentang ucapan Rasulullah saw. saat ditanya pa...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/295/Kerudung_untuk_Berakting</guid>
<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 02:39:34 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Masalah Banjir Pasang sampai Pergeseran Garis Pantai</title>
<description>  Dari: &#x3C;a style=&#x22;font-family: comic sans ms; font-weight: bold;&#x22; href=&#x22;http://geospasial.multiply.com/journal/item/4&#x22;&#x3E;http://geospasial.multiply.com/journal/item/4&#x3C;/a&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;b style=&#x22;&#x22;&#x3E;Forum Ilmiah Bakosurtanal &#x2013; April 2008&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;  &#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Balai Geomatika, BAKOSURTANAL, merintis forum diskusi ilmiah.&#x26;nbsp; Nama forum ini Forum Ilmiah Bakosurtanal (FIB). Presentasi terutama disampaikan oleh teman-teman yang baru lulus sekolah (master atau doktor). FIB akan diadakan setiap bulan. Untuk bulan ini dilakukan hari ini, 29 April 2009. Di bawah ini disampaikan abstrak beberapa presentasi yang disampaikan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; ALOS: Satelit dari Jepang&#x3C;/font&#x3E; &#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;DR. Ade Komara menyampaikan presentasi tentang citra DAIICHI Advance Land Observing Satellite (ALOS) yang diluncurkan tahun 2006. ALOS memiliki tiga sensor, PRISM (citra pankromatik 2,5m), AVNIR-2 (multispektral 10m), dan PALSAR (SAR, 15-100m).&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Bakosurtanal melakukan riset pemanfaatan data ALOS ini bersama LAPAN. Di samping itu untuk keperluan pemetaan dasar rupabumi, para peneliti Bakosurtanal melakukan investigasi ekstraksi DEM dan unsur rupabumi dari PRISM bersama peneliti dari RESTEC dan JAXA, dua agen...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/294/Masalah_Banjir_Pasang_sampai_Pergeseran_Garis_Pantai</guid>
<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 09:26:45 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Menengok Anak-anak ke Husnul Khotimah</title>
<description>   &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Hari Jum&#x27;at hingga Sabtu lalu kami menengok, Fathimah dan Hasan, anak-anak kami yang bersekolah di Ponpes Husnul&#x26;nbsp; Khotimah, Kuningan, Jawa Barat. Sungguh satu kebahagiaan yang sulit dilukiskan ketika kami bersua dengan Fafa dan Hasan. Apalagi sudah hampir satu setengah bulan kami tidak berjumpa mereka.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Setiap kali berjumpa, agenda kami sederhana saja. Ada waktu ngobrol-ngobrol santai. Ada acara belanja beli makanan. Pastinya jadi keasyikan tersendiri buat anak pondok: pergi ke supermarket, pilih-pilih makanan, dan ... dibayarin sama orang tua *smile*. Ada pelaporan kebutuhan barang khusus. Yang satu butuh ikat pinggang dan pengen kaos untuk main bola. Yang satu lagi perlu jam tangan. &#x22;Kan penting buat menghadapi UAN ...!&#x22; Begitu celotehnya.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Ada yang spesial pada kunjungan kali ini. Tepat hari Sabtu, 26 April 2008, Qanita berulang tahun ke-11 dan Maryam, meskipun agak telat, berultah ke-8 pada tanggal 2 April lalu. Jadilah acara belanja juga jadi acara cari kado buat Qanita da...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/292/Menengok_Anak-anak_ke_Husnul_Khotimah</guid>
<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 06:08:40 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>[Telaah PKS] Spontaneous-Sociability, Karaos-Kahartos</title>
<description>  &#x3C;font style=&#x22;font-family: comic sans ms;&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Bebarapa kali saya terlibat obrolan intensif dengan seorang sahabat yang akhirnya menyinggung terminologi &#x3C;i&#x3E;spontaneous-sociability&#x3C;/i&#x3E; (&#x3C;i&#x3E;SS&#x3C;/i&#x3E;). Obrolan kami ini dipicu oleh pemilu dan kampanye yang sedang menghangatkan kondisi perpolitikan Indonesia. Secara khusus, kami tertarik pada fenomena PK-Sejahtera (PKS), yang baru lahir menjelang pemilu 1999 dari sebuah basis massa yang belum dikenal sebelumnya, tetapi semakin mendapat sambutan luas menjelang pemilu 2004 ini. Ketertarikan ini adalah bentuk harapan dan sekaligus juga sumbang saran kepada pegiat-pegiat politik baru untuk memperbaiki perpolitikan negeri yang masih terseok-seok mengusung agenda reformasi. &#x3C;/font&#x3E; &#x3C;p style=&#x22;font-family: comic sans ms;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Sebagaimana disebutkan dalam platform mereka, PKS adalah partai kader. Mereka memiliki sistem kaderisasi yang cukup mapan dalam membangun soliditas pendukungnya. Tantangan yang mesti dilalui PKS justru bagaimana mereka mengusung perjuangan politik berjargon &#x22;bersih dan peduli&#x22; di tahun 2004 ini dalam konstalasi kehidupan berbangsa yang...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/291/Telaah_PKS_Spontaneous-Sociability_Karaos-Kahartos</guid>
<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 07:00:53 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>[Telaah PKS] Tentang Objektifikasi Nilai Islam</title>
<description>     &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Pada kolom Resonansi Republika hari ini, Kamis, 24 April 2009, Prof. Azyumardi Azra mengangkat tulisan berjudul &#x22;PKS&#x22;. Beliau menyatakan pengalamannya membedah buku Memperjuangkan Masyarakat Madani: Falsafah Dasar dan Platform Kebijakan Pembangunan PK Sejahtera (2008) menjadi sebuah pengalaman&#x26;nbsp; bernilai baginya. Pada Resonansi-nya, Prof. Azra menyampaikan ulang garis besar isi buku tersebut. Beliau juga mengutip utuh beberapa bagian penting dari buku tersebut, seperti Tujuan Pendirian PKS, definisi Masyarakat Madani menurut PKS, bagaimana PKS memandang &#x27;negara Islam&#x27;, dan tentang Objektifikasi Nilai-nilai Islam. Beliau percaya, tidak banyak parpol memiliki platform yang selengkap dan serinci PKS; meskipun dalam segi-segi tertentu tidak banyak membahas tentang &#x27;bagaimana&#x27; cara dan langkah sistematis mewujudkan platform tersebut.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;***&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sebetulnya pada bagian awal buku Platform PKS sudah disampaikan bahwa pengalaman PKS ikut serta secara aktif dalam kerja-kerja publik sektor belumla...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/290/Telaah_PKS_Tentang_Objektifikasi_Nilai_Islam</guid>
<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 04:43:05 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>[Telaah PKS] Bedah Buku Platform Pembangunan</title>
<description>     &#x3C;font style=&#x22;font-family: comic sans ms;&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Seperti diberitakan beberapa media massa cetak, hari Ahad lalu (20 April 2008) bertempat di Binakarna, Bidakara-Jakarta, diadakan acara diskusi terbatas tentang Buku Platform Kebijakan Pembangunan, yang diterbitkan Majelis Pertimbangan Pusat PKS. Selain platform pembangunan, buku ini juga memuat falsafah dasar dan AD/ART PKS.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Pada catatan ini, saya akan menyampaikan gambaran umum pengantar dan tanggapan atas Buku Platform ini. Substansi isi buku semoga bisa dituliskan pada blog-entry berikutnya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Buku ini diberi judul Memperjuangkan Masyarakat Madani. Ketua Majelis Syura PKS, K.H. Hilmi Aminudin, pada sambutannya menegaskan bahwa Buku Platform ini menjelaskan cara PKS memandang permasalahan bangsa dan negara Indonesia secara komprehensif. Dalam bahasa lebih populer, Presiden PKS Ir. Tifatul Sembiring mengatakan dengan  membaca buku ini orang tidak perlu bertanya-tanya lagi apa isi amplop PKS itu? Sementara itu pada sambutan tertulis pada Buku Platform, K.H. Hilmi menegaskan bahwa buk...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/288/Telaah_PKS_Bedah_Buku_Platform_Pembangunan</guid>
<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 03:52:21 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>[Pilkada Jabar] Agenda Urgen Heriyawan-Dede</title>
<description>    &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Sengaja saya tidak tuliskan judul &#x22;agenda urgen HADE&#x22;, sebab penyebutan HADE itu melekat pada masa kampanye. Hari ini sudah keluar hasil resmi pilkada Jabar dari KPUD. Pasangan Ahmad Heriyawan - Dede Yusuf dinyatakan sebagai pasangan gubernur dan wakil gubernur baru Jawa Barat. Artinya harus mulai disosialisasikan bahwa Ahmad Heriyawan dan Dede Yusuf adalah milik semua orang di Jawa Barat. Mereka berdua mesti menjadi pengayom seluruh masyarakat. Mereka bukan lagi milik PKS atau PAN semata! Karenanya biarlah penyebutan HADE tidak lagi dibicarakan, sebab itu hanya akan mengingatkan sebagian besar rakyat Jabar (sekitar 60% pemilih pada pilkada) mengingat dua nama lain: DAI dan AMAN.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ahmad Heriyawan dan Dede Yusuf (AH dan DY) mesti memulai hidupnya sebagai negarawan. PKS dan PAN boleh berbangga telah menghantarkan pemimpin baru yang masih muda untuk memimpin Jawa Barat. Akan tetapi PKS dan PAN tidak boleh berketerusan mengklaim bahwa mereka berdua adalah milik kedua partai ini semata.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Se...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/286/Pilkada_Jabar_Agenda_Urgen_Heriyawan-Dede</guid>
<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 09:42:22 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>[Pilkada Jabar] Masa Krusial Pasca Pemilihan</title>
<description>  &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Ternyata pasca hari H pemilihan bukanlah hari-hari tenang. Quick count yang semakin diterima menjadi bagian pemilihan umum mengundang pro dan kontra. Bisa dipastikan mereka yang kontra adalah yang kalah, merasa dirugikan atau terpukul dengan hasil quick-count. Sementara itu pihak yang menang, serta merta bersuka cita dengan hasil quick-count. Yang paling baik bagi semua pihak adalah menahan diri hingga penghitungan KPUD selesai. Secara aturan hukum, hasil KPUD itulah yang akan dijadikan dasar keputusan pemenang pilkada.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Saya melihat pihak yang diprediksi menang mesti menahan diri untuk merayakan kemenangannya. Ini adalah cerminan sikap rendah hati dan tawadhu. Islam bahkan mengajarkan umatnya untuk banyak bertasbih mensucikan Allah, bertahmid memujiNya dan beristigfar memohon ampunan kepada Yang Menerima Taubat dalam mensikapi kemenangan. Kemenangan itu hakikatnya adalah nashrun minalLaahi atau pertolongan Allah.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Adapun tasbih adalah cerminan dari pengakuan bahwa dalam diri kita ba...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/284/Pilkada_Jabar_Masa_Krusial_Pasca_Pemilihan</guid>
<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 04:18:07 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>HADE (Jilid 2)</title>
<description>    &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Seolah meredam ketegangan antara pendukung HADE (Heriyawan-Dede) dan AMAN (Agum-Nu&#x27;man)* pada pilkada Jawa Barat, ada kisah HADE jilid 2. HADE jilid 2 adalah kisah Hidayat-Diana (HD) ... -smile-.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sebagaimana dilansir berbagai media massa (termasuk detik.com yang rajin meliput), Ustadz Hidayat Nurwahid telah melakukan khitbah atau melamar seorang dokter bernama Diana tanggal 14 April kemarin. Ustadz Hidayat, yang pernah menjadi Presiden PKS dan saat ini menjadi Ketua MPR, telah ditinggal wafat istrinya tercinta karena sakit pada bulan Januari lalu. Nampaknya rekan-rekan beliau di PKS dan juga di MPR memperhatikan betul kesendirian beliau. Salah seorang rekan beliau di FPKS, Ustadzah Yoyoh Yusroh, akhirnya menjadi perantara memperkenalkan dokter Diana kepada Ust. Dayat. Begitulah yang terjadi, hingga proses khitbah berlangsung. &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Rencananya proses akad nikah akan berlangsung tanggal 10 Mei mendatang.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ust Dayat sendiri telah berkomunikasi dengan baik kepada empat orang anak beliau sebelum...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/283/HADE_Jilid_2</guid>
<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 03:04:14 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>UAN dan Bimbel</title>
<description>  &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Ada permasalahan pendidikan anak yang cukup intensif kami pikirkan, yaitu masalah bimbingan belajar (bimbel)? Apakah bimbel merupakan pilihan terbaik buat anak kita untuk lulus Ujian Akhir Nasional (UAN) dengan baik?&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Ketika UAN diterapkan pemerintah sebagai syarat kelulusan siswa, maka para orang tua dan guru gelisah. Hasil proses pendidikan yang 6 tahun (untuk SD) atau 3 tahun (untuk SMP dan SMA) ditentukan kelulusannya dalam beberapa pelajaran! Sisi positifnya, akan ada standar kelulusan secara nasional. Sekolah, dan termasuk orang tua siswa, akan berupaya keras agar para siswa bisa lulus dalam UAN. Sisi negatifnya, konsentrasi pendidikan jadi lebih terfokus pada beberapa mata pelajaran yang diujikan. Beberapa pengamatan pendidikan bahkan khawatir terjadi semacam reduksi tujuan pendidikan yang mestinya membangun karakter baik pada diri siswa, jadi mengejar kelulusan pada beberapa mata pelajaran UAN.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Pada kondisi di atas muncullah peluang bisnis bimbel. Bimbel sendiri seingat saya sud...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/journal/item/282/UAN_dan_Bimbel</guid>
<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 03:52:56 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Solidaritas Dunia Islam - Selamatkan Palestina!</title>
<description>Bangsa Palestina, yang saat ini berada dalam salah satu puncak penderitaan, akibat ditutupnya (blokade) berbagai akses ekonomi dan sosial oleh penjajah Israel. Pasokan energi listrik diputuskan. Pasokan makanan dan minuman sangat dibatasi. Akses ke luar negeri pun ditutup. Bangsa Palestina, terutama anak-anak dan orang tua, menderita. Sementara itu pembunuhan dan penangkapan pejuang Palestina terus dilakukan.

Keadaan internal bangsa Palestina pun dirundung masalah. Akibat politik klasik &#x22;devide et impera&#x22;, dua kubu besar di Palestina, Fatah dan Hamas, diceraiberaikan dari persatuan. Sungguh ini fitnah yang memilukan, karena sesungguhnya ada musuh bersama yang mesti dihadapi bersama untuk kemerdekaan Palestina.

Pada demo ini kembali digalang aksi &#x22;one man one dollar, to save Palestine&#x22;. Umat Islam sedunia diajak untuk membangun solidaritas untuk membantu saudaranya di Palestina sana. Ini adalah ujud ukhuwah islamiyah yang tak dibatasi kawasan politik negara. Bahkan solidaritas ini...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/photos/album/27/Solidaritas_Dunia_Islam_-_Selamatkan_Palestina</guid>
<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 02:47:41 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Gunung Ciremai</title>
<description>Gunung Ciremai adalah gunung tertinggi di Jawa Barat. Letaknya di Kabupaten Kuningan. Dari Kota Kuningan Ciremai ini letaknya di sebelah Barat.

Saat kami akan mengunjungi anak-anak yang bersekolah di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Jalaksana, Kuningan, kami sempat mengabadikan pemandangan Gunung Ciremai dari kejauhan.

Kalau dilihat pengambilan foto dari jalan raya di antara Sumedang-Kadipaten, maka Husnul Khotimah ada di balik Gunung Ciremai. Untuk mengambil pemandangan gunung atau bukit kecil tepat berlatar belakang Gunung Ciremai, kami sempat berbalik arah dahulu di jalan raya. Nikmat juga mengabadikan Gunung Ciremai ini. Butuh usaha mencari waktu dan posisi yang tepat.

Mahabesar Allah dengan ciptaanNya yang indah di alam semesta ini. Gunung Ciremai hanyalah satu dari keindahan cintaan Allah swt.

Kami bagi hasil jepretan sederhana kami ini kepada sahabat MP. Kalau meng-kopi dan menayangkan ulang tolong disebutkan sumbernya ya ... *smile*.

Salam,
Adi dan Lia</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/photos/album/26/Gunung_Ciremai</guid>
<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 07:36:53 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Lebaran 1428 - Okt 2007</title>
<description>Alhamdulillah, seperti biasanya masa lebaran tahun ini dilalui dengan silaturahim dan kunjungan kepada orang tua dan sanak saudara. Satu budaya yang baik. Dengan silaturahim ini, kita berkesempatan &#x22;ngobrol-ngobrol&#x22; dengan orang tua dan saudara. Saling berbagi cerita, saling tertawa bahagia dan saling memahami kondisi mutakhir masing-masing. Terajut tali kasih sayang yang semakin dalam. Tersimpan cita-cita dan harapan untuk saling membantu, saling mengingatkan dan saling mendoakan.

Seperti biasa rute klasik masa lebaran kami adalah Bogor, Bandung, Kuningan, Ciamis. Masih di seputar Jawa Barat bagian Timur.

Salam,
Adi, Lia, Fathimah, Hasan, Qanita dan Maryam
(Bogor, 12 Syawwal 1428)</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/photos/album/25/Lebaran_1428_-_Okt_2007</guid>
<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 02:43:21 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Qanita Pentas Maryam SeNyUM -Ramadhan 1428-</title>
<description>Di sela-sela waktu shaum Qanita dkk (kelas 5) pentas menyanyi di Botani Square, Bogor. Qanita memang tahun ini ikutan ekskul Bina Vokalia. Sejak tahun lalu grup vokal dari SDIT Ummul Quro diundang Botani Square untuk meramaikan paket acara Ramadhan mereka. Anak-anak Ummul Quro ini tampil lepas dan menarik membawakan lagu-lagu anak Islami bertemakan Salam, Puasa, dan Sholat. Jadi pertunjukan unik juga di tengah-tengah waktu puasa di mall besar di Bogor ini.

Sementara itu Maryam (kelas 2) sejak tanggal 1 sampai tanggal 4 Oktober mengikuti kegiatan SeNyUM, Sepekan Nyantri di Ummul Quro, yang merupakan paket kegiatan Ramadhan sekolah. Foto-foto di bawah ini adalah saat acara ceramah umum. Saya yang diundang berbicara terus terang agak gugup. Baru pertama kali soalnya berbicara dihadapan sekitar 500 anak kelas 1 sampai kelas 4 SD. Hebohnya luar biasa. &#x22;Saya betul-betul bisa merasakan hebatnya kesabaran bapa dan ibu guru dalam mendidik anak-anak, terutama yang masih kelas 1 dan 2 ...,&#x22; ka...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/photos/album/24/Qanita_Pentas_Maryam_SeNyUM_-Ramadhan_1428-</guid>
<pubDate>Wed, 3 Oct 2007 07:49:42 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Seratus Tahun Haji Agus Salim</title>
<description>Seperti terbaca dari judulnya, buku ini ditulis untuk memperingati 100 tahun sejak kelahiran Agus Salim. Buku ini diterbitkan Penerbit Sinar Harapan (1984).

Pada bagian awal buku ditulis biografi singkat tentang beliau oleh Kustiniyati Mochtar. Ada beberapa catatan yang saya dapatkan saat membaca biografi singkat Haji Agus Salim. Yang paling mengesankan adalah kegigihan beliau dalam memperjuangkan kemuliaan bangsa di hadapan penjajah dan pemerintahan kolonial Belanda. Inilah yang menjadi motivasi utama mengapa beliau akhirnya memilih keluar dari pekerjaan sebagai ambtenaar. Beliau lebih memilih hidup mandiri dengan pekerjaan yang tidak bergantung kepada Belanda. Sikap ini adalah sikap yang aneh dan berani kala itu. Bahkan sikap beliau ini tidak sedikit mendapat penentangan dari keluarga dekat beliau sendiri dan dari keluarga istrinya.

Keputusan untuk tidak menyekolahkan anak-anak beliau di sekolah-sekolah pemerintahan kolonial juga bentuk non-koperatifnya terhadap Belanda. Akan t...</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/reviews/item/2</guid>
<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 04:39:30 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Kawasan Delta Berau, Kalimantan Timur</title>
<description>Ini adalah beberapa foto perjalanan ekspedisi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur dalam rangka penelitian Kawasan Delta Berau. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi lestari tidaknya kawasan Delta Berau. Pemanfaatan kawasan delta untuk area tambak seringkali dilakukan dengan mengabaikan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan. Selain itu perubahan lahan delta dipengaruhi pula oleh perlakukan-perlakuan manusia di kawasan hulu sungai. Karenanya selain di kawasan delta, penelitian ini juga mencakup pengkajian dinamika tutupan lahan serta dinamika sosial-ekonomi masyarakat sekitar DAS Berau.

Salam,
Adi JM.
Anggota tim survei dari Balai Penelitian Geomatika, Bakosurtanal.</description>
<guid isPermaLink="true">http://adijm.multiply.com/photos/album/23/Kawasan_Delta_Berau_Kalimantan_Timur</guid>
<pubDate>Mon, 30 Jul 2007 04:55:54 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>