Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Saya berduka dengan wafatnya Prof. Koesnadi Hardjasoemantri dalam kecelakaan pesawat Garuda di Lanud Adi Sutjipto kemarin.
Semoga Allah subhanahu wa ta'alaa mencurahkan maghfirah, rahmat, kesejahteraan dan maaf-Nya kepada beliau, sehingga beliau berbahagia di alam barzakh dan akhirat. Semoga keluarga yang ditinggalkan bersabar dengan musibah yang menimpa. Dan semoga segala kebaikan beliau ikut mewarnai kebaikan kehidupan keluarga yang ditinggal. Aamiin.
***
Kejadiannya diantara tahun 1993-1995. Saya berjumpa dengan Prof. Koes pada acara pengajian di al-Ittihad, sebuah masjid kecil yang dikelola masyarakat muslim Indonesia di Denhaag, Belanda. Ditemani dua atau tiga orang sahabat yang sama-sama kuliah di Delft, saya memang sengaja bersilaturahim ke al-Ittihad ketika mendengar ada acara bersama Prof. Koes. Itu pertama kali saya berjumpa beliau dan juga terakhir kalinya.
Meskipun hanya sekali berjumpa dengan beliau, sampai sekarang saya masih bisa merasakan kehangatan dan kebersahajaan beliau. Dan saya masih mengingat dua kisah yang beliau sampaikan pada acara pengajian itu. Ini yang ingin saya bagi kepada sahabat sekalian.
Saya terlupa tema besar yang beliau sampaikan. Bisa jadi beliau berbicara tentang kepemimpinan dalam Islam. Yang pertama beliau berkisah tentang pengalamannya saat mengunjungi sebuah desa, di mana kepala desanya terpilih sebagai Kepala Desa (Kades) Teladan Tingkat Nasional. Desa itu berada di Sulawesi, kalau saya tidak keliru. Pada kunjungan itu hadir pula perwakilan dari UNESCO yang tertarik dan ingin melakukan kunjungan studi di sana.
Prof. Koes mengatakan, seorang wakil UNESCO bertanya kepada Pak Kades, apa rahasianya sukses memimpin desa. Pak Kades menjawab, tak ada yang istimewa yang ia lakukan. Ia hanya menerapkan, apa yang diistilahkan Prof. Koes, falsafah jari tangan. Pak Kades lalu mengibaratkan ibu jari itu sebagai pemimpin dan kelingking sebagai rakyat. Ia katakan, kelingking itu sulit untuk menjangkau ibu jari, kecuali kalau ibu jarinya menekuk. Ibu jari punya segenap potensi untuk menyentuh kelingking apabila ia menghampirinya.
Nah, begitulah pemimpin, ia mesti senantiasa memperhatikan dan mendekati rakyatnya, sebab rakyat akan segan dan bisa jadi sulit (karena kakunya birokrasi misalnya) untuk menghampiri pemimpin mereka.
***
Kisah kedua adalah tentang pengalaman Prof. Koes dengan seorang yang beliau sebut teman dekatnya yang menjadi salah seorang pimpinan teras sebuah lembaga pemerintah.
Satu pagi Prof. Koes bersama temannya itu memasuki kantor sang teman. Di ruang lobby, serempak para satpam berdiri dan memberikan hormat kepada sang teman. Prof. Koes memperhatikan bahwa temannya itu tidak memberikan reaksi apapun selain tatapan biasa dan bahkan cenderung dingin.
Ketika Prof. Koes memasuki ruang dinas temannya, segera beliau tanya dia, "Mengapa kamu tidak memberikan perhatian secukupnya kepada para satpam di ruang lobby tadi?" Sang teman menjawab, "Ah ... itu kan hanya rutinitas saja. Mereka sudah biasa melakukan itu ..."
Mendengar jawaban itu Prof. Koes gusar. Beliau lalu menegur temannya dengan kalimat-kalimat berikut: Apabila kamu tadi berhenti sebentar, menyediakan waktu untuk menyapa mereka, menanyakan kabar mereka dan keluarga mereka, maka mereka akan merasa senang. Dan kebahagiaan mereka itu akan menjagi energi mereka untuk bekerja. Kalau kamu mau memberikan waktu semenit saja, itu bisa jadi menjadi energi mereka bekerja selama sepekan!
***
Dua kisah di atas selalu saya ingat. Saya selalu yakin kisah-kisah yang tertanam kuat di benak seseorang bisa terjadi karena sang penyampai cerita menyampaikan dengan penuh ketulusan hati.
Semoga Allah swt menerima ruh Prof. Koes dengan baik, memaafkan kekhilafan yang mungkin dilakukannya dan memberikan balasan yang baik atas keimanan dan segenap amal kebajikannya.
Salam, Adi Junjunan Mustafa @Chiba-Japan
==============================Profil:
Prof Koesnadi Hardjasoemantri lahir di Manonjaya, Tasikmalaya, 9 Desember 1926. Almarhum meninggalkan seorang isteri Nina Koesnadi serta dua puteri Ira Koesnadi dan Ika Koesnadi. Semasa hidup Prof Koesnadi memperoleh berbagai penghargaan di antaranya Bintang Mahaputra Utama dan Officer in de Orde van Oranje Nassau dari pemerintah Belanda. Pendidikan mulai dari HIS di Bandung lulus tahun 1940 , dan melanjutkan sekolah menengah di Jakarta. Kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum UGM lulus tahun 1964, melanjutkan studi S3 dan memperoleh gelar doktor dari Universitas Leiden Belanda. Dikukuhkan sebagai guru besar Fakultas Hukum UGM pada 15 April 1995. (Dikutip dari Republika on-line, 8 Maret 2007, dari Antara)
==============================Tambahan Profil Prof. Koesnadi: 070308 - Penggagas Kuliah Kerja Nyata 070308 - Guru Besar Hukum Lingkungan Hidup 070308 - Koesnadi Hardjasoemantri ==============================
 | Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun...teiring do'a untuk Prof. Koes : "Ya Allah, ampunilah ia, berikanlah rahmat kepadanya, maafkan dan sejahterakan ia. Muliakanlah kedudukannya, lapangkanlah tempat masuknya, basuhlah ia dengan air salju dan embun. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana baju putih yang dibersihkan dari segala kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik dari pada tempat tinggalnya di bumi. Juga keluarga yang lebih baik dari keluarganya yang dulu dan pasangan yang lebih baik daripada pasangannya. Jauhkan ia dari adzab kubur dan siksa api neraka." Amiin...
Pak Adi, Jazakallahu khairan katsiran atas sharingnya ttg Prof. Koes, sangat menyentuh :)
|
 | innaa lillaahi wa inna ilaihi roji'uun.
Semoga dilapangkan kuburnya, diampuni segala dosa2 selama hidup beliau serta kekuatan dan kesabaran bagi keluarga yg ditinggalkan amiin
walau tidak pernah bertemu dan terlibat langsung dari sekelumit cerita Pak Adi, terlihat bahwa beliau orang yang subhanallah..
jazakallah khair p Adi :) |
 | Semoga dilapangkan beliau dalam kuburnya dan dilipatgandakan pahala atas kebaikannya dahulu....
*Filsafat ibu jari dan kelingking-nya itu luar biasa... |
 | subhanallah...orang baik memang disayang Allah ya... |
 | adijm wrote on Mar 7, '07 Pak Adi, Jazakallahu khairan katsiran atas sharingnya ttg Prof. Koes, sangat menyentuh :)  Jazanallahu waiyyaki, mbak Kosi. Mudah2an kita bisa memetik hikmah dari kisah-kisah itu. |
 | adijm wrote on Mar 7, '07 walau tidak pernah bertemu dan terlibat langsung dari sekelumit cerita Pak Adi, terlihat bahwa beliau orang yang subhanallah..  Jazakillahu khairan, mbak Nora. Hari ini saya baca sekelumit kisah Prof. Koes yang demokrat dan anti-DO di detik.com. Menarik memang pribadi beliau ini. |
 | adijm wrote on Mar 7, '07 *Filsafat ibu jari dan kelingking-nya itu luar biasa...  Benar, mas Anwar. Tentu Pak Kades mendapatkannya dari seorang yang bijak. Dan semoga kita dapat memetik hikmahnya. |
 | adijm wrote on Mar 7, '07 subhanallah...orang baik memang disayang Allah ya...  Begitulah ummi Nida. Wallahu yuhibbul muhsiniin. Semoga Prof. Koes dan kita semua termasuk diantara al-muhsiniin itu. |
 | innaa lillaahi wa inna ilaihi roji'uun..... aamiin ya robbal`allamiin buat doa Pa Adi dan temen2....
semoga Pa Koes diterima disisi-Nya, kelaurga yg ditinggal diberi kesabran dan ketabahan... dan kita semoga bisa belajar dari teladannya beliau.... aamiin |
 | adijm wrote on Mar 7, '07 dan kita semoga bisa belajar dari teladannya beliau.... aamiin  aamiin. |
 | Amiin ya rabbal alamin... Orang yang baik jika meninggal akan dikenang dan mendapat do'a dari segenap manusia...Dan orang yang baik dan bijak akan meninggalkan pelajaran yang insya Allah bernilai jariyah seperti pak Adi sudah menyampaikannya disini, setidaknya ada yang bisa kita ambil dari kisah diatas... |
 | adijm wrote on Mar 8, '07 Dan orang yang baik dan bijak akan meninggalkan pelajaran yang insya Allah bernilai jariyah seperti pak Adi sudah menyampaikannya disini, setidaknya ada yang bisa kita ambil dari kisah diatas...  Terima kasih, Ummi Zaki ... Semoga menjadi kebaikan bagi kita bersama. |
 | Inna lillahi wa inna ilaihi roji'uuun...semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT, dan diampuni seluruh dosa-dosanya, Amiin. Semoga saja teladan beliau diikuti oleh teman/murid2nya, karena negara kita butuh banyak sekali pemimpin seperti beliau ini...untuk Indonesia yang lebih baik, Amiiin! |
 | Inna lillahi wa inna ilaihi roji'uuun... Sungguh sebuah pribadi yang patut diteladani. Insya Allah segala apa yang diberikannya untuk bangs ini akan menjadi amal jariyah yang tak terputus.. Amin.. |
 | adijm wrote on Mar 8, '07 Semoga saja teladan beliau diikuti oleh teman/murid2nya, karena negara kita butuh banyak sekali pemimpin seperti beliau ini...untuk Indonesia yang lebih baik, Amiiin!  Aamiin ... Terima kasih buat doanya, Mbak. |
 | adijm wrote on Mar 8, '07 Sungguh sebuah pribadi yang patut diteladani. Insya Allah segala apa yang diberikannya untuk bangs ini akan menjadi amal jariyah yang tak terputus.. Amin..  Aamiin ... Semoga banyak generasi penerus yang melanjutkan usaha-usaha kebaikan yang beliau rintis. |
 | innaa lillaahi wa inna ilaihi roji'uun.
Subhanallah... hikmah yang sangat mengesankan, terima kasih ceritanya Pak Adi. Semoga Allah menerima amal ibadah beliau, Amin |
 | adijm wrote on Mar 8, '07 Subhanallah... hikmah yang sangat mengesankan, terima kasih ceritanya Pak Adi.  Sama-sama, Linda. Semoga kita memetik manfaat dari kisah-kisah singkat dan mempelajari kepribadian beliau. |
 | agustianwar wrote on May 20, '07, edited on May 20, '07 Mas Adi, "falsafah tangan"-nya sudah jadi saya pakai di kolom " Amsal Jemari". Thx dan salam, Anwar. |
 | adijm wrote on May 21, '07 Mas Adi, "falsafah tangan"-nya sudah jadi saya pakai di kolom "Amsal Jemari". Thx dan salam, Anwar.  Terima kasih juga, Mas Anwar. Saya udah baca kolomnya. Tulisan yang menarik. Salam ... |
 | Mas Aji, saya Brama Danuwinata Ramadhan, dari FORKOM UKM UGM, ingin menggunakan kata2 Pak Koesnadi yang falsafah jari tangan untuk desain kaos beliau boleh ndak mas? kami teman2 Unit Kegiatan Mahasiswa UGM berencana memberikan penghargaan kepada beliau, dan salah satunya membuat kaos tentang Pak Koesnadi, yang nantinya akan diberikan untuk alumni2 Gelanggang Mahasiswa UGm yang sangat menghormati dan mencitai beliau. |
 | oiya, ini saya comment meminjam id Didi Mugitriman, karena berhubung saya tdk punya account multiply mas. :) |
 | adijm wrote on Jul 16, '09 Mas Aji, saya Brama Danuwinata Ramadhan, dari FORKOM UKM UGM, ingin menggunakan kata2 Pak Koesnadi yang falsafah jari tangan untuk desain kaos beliau boleh ndak mas?  Silakan Mas Brama. Semoga menjadi kenangan bermanfaat dari almarhum yang terus bisa kita kenang.
Salam, Adi Junjunan Mustafa @ Bogor |
 | adijm wrote on Jul 16, '09 |
| |