Adi J. Mustafa - Membaca Kehidupan

Blog EntryMemaknai Pendidikan AnakJul 16, '07 4:52 AM
for everyone
Kami berada di tengah-tengah para orang tua yang sibuk mengurusi sekolah anak-anak ke jenjang yang lebih tinggi. Di tengah berbagai usaha yang dilakukan sejak pemilihan sekolah yang baik, pembayaran biaya sekolah yang tidak sedikit, hingga persiapan prasarana dan sarana pendidikan yang juga membutuhkan uang yang tidak kecil, kami sempat merenung: Apa yang sedang kami lakukan?

Sudah menjadi fitrah yang Allah tanamkan di hati para orang tua untuk mencintai anak-anak 1). Dengan kecintaan ini ada dua kebaikan yang didapatkan. Bagi seorang anak, ia dapat tumbuh dalam naungan kasih sayang. Dengan demikian segala potensi kebaikan akan dapat ditumbuhkembangkan dengan optimal. Bagi orang tua, kecintaan terhadap anak-anak dan segala kebaikan dalam mendidik mereka akan menjadi amal shalih yang amat besar pahalanya di sisi Allah. Kewajiban seorang anak untuk berbakti kepada orang tua bahkan diabadikan dalam Kitab Allah: "Rendahkanlah dirimu dan tunjukkanlah rasa sayang kepada mereka berdua dan ucapkanlah: ya Allah limpahkanlah kasih sayang kepada mereka berdua, sebagaimana mereka mendidikku semasa kecilku." 2)

Pendidikan anak melalui jalur formal adalah bagian dari upaya orang tua membekali anak-anak agar dapat menjalani dan mengisi kehidupan mereka dengan sebaik-baiknya. Orang tua pasti menginginkan anak-anak menjadi manusia yang sukses.

Yang menjadi bahan introspeksi bagi orang tua adalah kebahagiaan atau kesuksesan seperti apakah yang mereka inginkan pada anak-anak mereka? Di sini ada persimpangan jalan. Apakah kesuksesan yang menjadi visi itu adalah kesuksesan dunia saja? Ataukah kesuksesan itu adalah kesuksesan dunia dan akhirat? Apakah kesuksesan itu adalah kesuksesan pribadi si anak belaka ataukah kesuksesan pribadi si anak untuk berkontribusi dalam membangun bangsa, negeri dan umat manusia? Apakah kesuksesan itu adalah kesuksesan yang mengacu pada ajaran Ilahi ataukah kesuksesan yang semata berorientasi duniawi.

***

Sungguh pada saat kami bersibuk-sibuk mengurusi anak-anak, kami sempat merenung cukup lama: Apa yang sedang kami lakukan?

Beberapa hari terakhir ini malahan kondisi perjuangan saudara-saudara muslim di Palestina membayang di benak kami. Bagaimanakah kesempatan pendidikan bagi anak-anak negeri Palestina? Bagaimanakah ketenangan mereka untuk beribadah kepada Allah swt? 3)

Doa-doa selepas sholat terlantun untuk mereka yang tengah berjuang melawan para penjajah di tanah Palestina sana. Dalam kesempatan doa-doa qunut pun kami panjatkan doa untuk kemenangan saudara-saudara kami di sana.

Beberapa hari terakhir ini problematika akut kesenjangan sosial di negeri Indonesia ini juga membayangi benak kami. Begitu nampak di benak kami sebagian besar bangsa ini dililit kesulitan hidup. Dan saat mereka mesti memasukkan anak-anak ke sekolah, bermunculanlah berita kesulitan hidup mereka itu. Bahkan untuk membayar uang pendidikan di awal tahun ajaran, banyak yang mengalami kesulitan. Sementara itu segelintir orang hidup dalam kemewahan. Mereka bukan hidup berkecukupan. Mereka hidup dalam keberlebihan yang jauh di atas kondisi sebagian besar bangsa ini.

Beberapa hari terakhir ini kami sempat merenung dan bertanya-tanya, dari titik mana memulai secara sungguh-sungguh menebarkan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan di negeri ini. Sempat terngiang di benak kami sebuah kalimat pada undang-undang dasar negeri ini yang kurang lebih berbunyi: "Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat". Siapapun tahu negeri kaya akan sumber daya alam, memiliki tanah yang subur, gemah ripah loh jinawi. Jika negeri ini kaya raya, tapi sebagian besar rakyatnya masih hidup di bawah garis kemiskinan, pertanyaan yang muncul adalah: "ke mana bumi, air dan kekayaan alam di dalamnya itu?!"

Saat mengantar anak kami ke Kuningan 4), berkisahlah paman kami yang telah pensiun dari tugasnya sebagai jaksa. Beliau bercerita tentang sekoper uang yang pernah disodorkan pembalak liar hutan di Kalimantan. Beliau menolak suguhan itu, tapi beliau katakan tak tahulah bagaimana sikap kolega segrupnya. Dikisahkan betapa di balik program menyulap sejuta hektar lahan gambut untuk lahan pertanian ada motivasi besar untuk membabat sejuta hektar hutan. Lalu siapa yang mendapatkan uang yang begitu besar dari penjualan hutan yang merupakan kekayaan alam yang mestinya untuk kemakmuran rakyat?!

Ya ... perenungan akan permasalahan untuk menegakkan keadilan dan menyebarkan kemakmuran ini hadir di saat kami bersibuk-sibuk mengantarkan anak kami bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Semoga ini menjadi sarana perenungan yang baik bagi kami untuk meletakkan pendidikan anak pada kerangka perjuangan yang lebih besar.

Di masjid sekolah anak kami, pada salah satu ujung sholat, kami sampaikan munajat kepada Allah Yang Maha Kuasa:

Kami ingin menghantarkan anak-anak pada sebuah sistem pendidikan yang membangun kepribadian Islami pada dada mereka. Kami ingin mereka dibina hingga akhlak mulia tertanam dalam hati, pikiran serta mewujud dalam sikap dan perilaku. Kami ingin mereka tumbuh menjadi manusia berilmu serta terlatih dan terampil dalam berbuat kebajikan. Kami ingin mereka menjadi generasi unggul yang lebih baik daripada generasi kami. Kami ingin mereka menjadi bagian umat yang berdakwah dan membangun negeri ini menjadi negeri yang adil, makmur dan sejahtera.


Kami memohon ampun kepada Allah atas segala kekurangan kami dalam mendidik anak-anak. Hanya kepadaNya kami adukan segala kelemahan kami ini.

***

Kecintaan kepada anak-anak adalah fitrah yang Allah tanamkan kepada para orang tua. Akan tetapi dalam banyak tempat Allah mengingatkan para orang tua agar tidak terjebak pada kecintaan yang salah; Kecintaan yang malah membawa pada berbangga-banggaan pada sesuatu yang semu. Dalam banyak tempat pada KitabNya, Dia senantiasa ingatkan bahwa ada yang lebih baik daripada orientasi duniawi semata 5). Inilah yang mesti senantiasa diwaspadai para orang tua. Kesibukan menyekolahkan anak-anak ke sekolah-sekolah terbaik mesti ditempatkan pada jalan panjang membangun negeri dan jalan panjang menuju kampung akhirat, kampung yang kekal abadi.

Bogor, 17 Juli 2007,
Adi Junjunan Mustafa

---
1) Quran Surat Ali Imran:14

2) Quran Surat al-Isra:24

3) Pada kesempatan safari dakwah, Menpora Adyaksa Dault berkisah tentang wasiat Menteri Palestina yang mengurusi masalah perempuan. Saat menyaksikan suasana damai dan tenteram di Indonesia, sang menteri menasihati bangsa Indonesia untuk taat beribadah dan bersholat jamaah di masjid-masjid. Beliau menceritakan, bangsa Palestina tetap pergi sholat ke masjid, walaupun moncong-moncong senjata tentara Israel selalu berada di sekitar mereka.

4) Akhir pekan lalu kami baru saja mengantar Hasan, putra kedua kami, mulai belajar di Madrasah Tsanawiyah, Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Jalaksana, Kuningan, Jawa Barat. Selama di Kuningan kami selalu menginap di rumah Bibi dan Paman di Cijoho, Kuningan.

5) Quran Surat Ali-Imron:15, al-Kahfi:46


14 CommentsChronological   Reverse   Threaded
lindast wrote on Jul 16, '07
adijm said
Saat menyaksikan suasana damai dan tenteram di Indonesia, sang menteri menasihati bangsa Indonesia untuk taat beribadah dan bersholat jamaah di masjid-masjid. Beliau menceritakan, bangsa Palestina tetap pergi sholat ke masjid, walaupun moncong-moncong senjata tentara Israel selalu berada di sekitar mereka.
Malu rasanya jika ternyata kita masih kurang bersyukur dg sering melalaikan perintah2Nya...

Semoga anak-anak kita lebih cinta kepada Allah dan menaati segala perintah-NYa.
nsneni wrote on Jul 16, '07
Amiiiii...untuk doanya..doa yg juga menjadi harapan semua..semoga dibimbing dan dimudahkan oleh-Nya..
aya0910 wrote on Jul 17, '07
amin amin amin ( mengaminkan doa pak Adi sekeluarga)
Alhamdulillah..bisa silaturahim disini pak Adi...apa kabar keluarga? pasti anak2 sangat bahagia berkumpul kembali dengan ayahnya :) salam buat teteh dan anak2 di rumah dari kami di Niigata
adijm wrote on Jul 17, '07
lindast said
Semoga anak-anak kita lebih cinta kepada Allah dan menaati segala perintah-NYa.
Aamiin ...
adijm wrote on Jul 17, '07
nsneni said
Amiiiii...untuk doanya..doa yg juga menjadi harapan semua..semoga dibimbing dan dimudahkan oleh-Nya..
Semoga doa2 kita semakin meneguhkan jiwa kita semua ...
adijm wrote on Jul 17, '07
aya0910 said
Alhamdulillah..bisa silaturahim disini pak Adi...apa kabar keluarga? pasti anak2 sangat bahagia berkumpul kembali dengan ayahnya :) salam buat teteh dan anak2 di rumah dari kami di Niigata
Alhamdulillah kami sekeluarga sehat2. Terima kasih untuk silaturahimnya di MP ini, Bu. Salam saya juga untuk Pak Edy dan anak2 semua. Semoga sukses selalu di Niigata.
rinrinjamrianti wrote on Jul 17, '07
aamiin allahumma aamiin

ceritanya Pa Adi sll menjadi inspirasi buat kami.... hatur nuhun

ceumimin wrote on Jul 17, '07
adijm said
Beberapa hari terakhir ini problematika akut kesenjangan sosial di negeri Indonesia ini juga membayangi benak kami. Begitu nampak di benak kami sebagian besar bangsa ini dililit kesulitan hidup. Dan saat mereka mesti memasukkan anak-anak ke sekolah, bermunculanlah berita kesulitan hidup mereka itu.
Ya Allah pak, saya selama bulan2 ini serasa ngga bisa nafas melihat fenomena ini di Indonesia. Yang sangat2 jauh sekali dengan mesir yg semuanya serba ditunjang sama pemerintah, sementara itu bagi warga asing pemerintah pun menyediakan beasiswa yg tidak tanggungnya apalagi kita tahu Azhar dengan kelembutan tangan2 org kayanya yg suka rela setiap bulannya memberikan beasisiwa ke ratusan mahasiswanya, belum baitul zakatnya ditambah lembaga2 Islam lainnya...

Kalo ada ketemu org mesir mereka bilang "Indonisy akbar balad muslim fidunya, Indonisy ahsan nas fi 'alam", saya menunduk dan mengamini mereka berdo'a moga org Indonesia seperti yg digambarkan oleh mereka...
mohammadihsan wrote on Jul 17, '07
adijm said
Kami ingin menghantarkan anak-anak pada sebuah sistem pendidikan yang membangun kepribadian Islami pada dada mereka. Kami ingin mereka dibina hingga akhlak mulia tertanam dalam hati, pikiran serta mewujud dalam sikap dan perilaku. Kami ingin mereka tumbuh menjadi manusia berilmu serta terlatih dan terampil dalam berbuat kebajikan. Kami ingin mereka menjadi generasi unggul yang lebih baik daripada generasi kami. Kami ingin mereka menjadi bagian umat yang berdakwah dan membangun negeri ini menjadi negeri yang adil, makmur dan sejahtera.

Kami memohon ampun kepada Allah atas segala kekurangan kami dalam mendidik anak-anak. Hanya kepadaNya kami adukan segala kelemahan kami ini.

amien....
doa yang amat menyentuh..
semoga Alloh mengabulkannya...

semoga anak-anak kita kelak menjadi shalih...
agar munajat mereka, doa-doa mereka, tetap mengucur deras meski kita sebagai orang tuanya telah berpulang ke hadapan Alloh SWT....
adijm wrote on Jul 17, '07
aamiin allahumma aamiin

ceritanya Pa Adi sll menjadi inspirasi buat kami.... hatur nuhun

sami-sami, Bu ...
adijm wrote on Jul 17, '07
Ya Allah pak, saya selama bulan2 ini serasa ngga bisa nafas melihat fenomena ini di Indonesia. Yang sangat2 jauh sekali dengan mesir yg semuanya serba ditunjang sama pemerintah, sementara itu bagi warga asing pemerintah pun menyediakan beasiswa yg tidak tanggungnya apalagi kita tahu Azhar dengan kelembutan tangan2 org kayanya yg suka rela setiap bulannya memberikan beasisiwa ke ratusan mahasiswanya, belum baitul zakatnya ditambah lembaga2 Islam lainnya...

Kalo ada ketemu org mesir mereka bilang "Indonisy akbar balad muslim fidunya, Indonisy ahsan nas fi 'alam", saya menunduk dan mengamini mereka berdo'a moga org Indonesia seperti yg digambarkan oleh mereka...
Benar sekali, Bu. Nampaknya dakwah menyentuh para aghniyaa untuk menginfakkan dan mewakafkan harta mereka bagi dunia pendidikan masih harus ditingkatkan. Saya yakin masih banyak diantara mereka yang belum melakukan ini, karena memang dakwah belum sampai pada hati mereka.

Harapan saudara2 muslim di dunia untuk kebangkitan umat Islam di Indonesia memang besar. Semoga doa2 mereka menambah semangat bagi kita semua.
adijm wrote on Jul 17, '07
Kalo ada ketemu org mesir mereka bilang "Indonisy akbar balad muslim fidunya, Indonisy ahsan nas fi 'alam", saya menunduk dan mengamini mereka berdo'a moga org Indonesia seperti yg digambarkan oleh mereka...
Benar sekali, Bu. Nampaknya dakwah kepada para agniyaa untuk menginfakkan dan mewakafkan harta mereka di dunia pendidikan masih harus ditingkatkan. Saya yakin masih banyak diantara mereka yang belum melakukan perbuatan mulia ini, karena dakwah memang belum menyentuh hati mereka.

Bangsa-bangsa muslim di berbagai belahan dunia memang menunggu-nunggu kajayaan umat Islam di Indonesia. Semoga doa2 mereka menambah semangat bagi kita semua untuk terus berusaha menebarkan kebaikan di tanah air.
adijm wrote on Jul 17, '07
semoga anak-anak kita kelak menjadi shalih...
agar munajat mereka, doa-doa mereka, tetap mengucur deras meski kita sebagai orang tuanya telah berpulang ke hadapan Alloh SWT....
aamiin ... ini adalah salah satu harapan terbesar kita sebagai orang tua dari anak-anak kita.
sibin2007 wrote on Mar 16, edited on Mar 16
Assalamu'alaikum....
Nitip ya ^,^

Yuk kita bangun generasi qur'ani...
The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani
 Yess!
http://sibin2007.multiply.com/tag/al-qur'an

http://myquran.org/forum/index.php/topic,1490.0.html




>>> GENERASI SALAH ASUH ^,^
http://myquran.org/forum/index.php/topic,20151.0.html
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help