Adi J. Mustafa - Membaca Kehidupan

Blog EntryCatatan Keberkahan Ramadhan di KeseharianSep 16, '07 11:23 PM
for everyone
Alhamdulillah umat Islam di tanah air sudah memasuki hari ke-5 Ramadhan 1428. Bulan puasa ini memang penuh keberkahan dari Allah swt. Saya mencatat beberapa keberkahan yang sempat saya amati, sebagai berikut.

1. Pendidikan Intensif bagi Anak-anak

Anak-anak jadi bisa relatif mudah bangun pagi. Mereka bisa ikutan bangun untuk sahur. Walaupun satu anak berbeda dengan anak lain dalam kemudahannya (atau kesulitannya ... hehehe) dibangunkan, tapi mereka bangun untuk makan sahur. Ini merupakan pembiasaan yang baik bagi kehidupan mereka.

Selain itu ada sebuah kegairahan yang berbeda pada mereka untuk pergi ke masjid, terutama untuk bersholat jamaah Shubuh dan 'Isya. Alasannya bisa saja karena teman-temannya pun bersemangat ke masjid. Di sini bertemu fitrah anak yang senang bermain dengan temannya dengan semangat kebersamaan untuk sholat di masjid. Ketika kegiatan mereka dikelola baik di masjid, maka akan membekas kecintaan pada sholat berjamaah dan kepada masjid.

Waktu-waktu pun terasa lebih berarti dalam pendidikan terhadap anak-anak. Suasana Ramadhan memberikan nuansa keagamaan yang lebih kental pada banyak hal. Obrolan di rumah atau di perjalanan banyak menyentuh sisi-sisi akhlak dan keislaman. Sungguh merupakan karunia kondisi yang amat besar bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak sejak dini.

2. Masjid-masjid Ramai Dikunjungi

Subhanallah. Pada bulan Ramadhan, masjid kompleks perumahan saya begitu ramai dikunjungi jamaah umat Islam untuk bersholat dan juga mendengarkan kajian-kajian keislaman. Sampai hari kelima ini untuk sholat Isya, masjid selalu full-house. Untuk sholat Shubuh jamaah memang agak berkurang, tetapi tetap saja masjid hampir penuh dihadiri jamaah sholat.

Selain sholat wajib, masjid juga menyelenggarakan kuliah tarawih dan kuliah shubuh. Pada akhir pekan, kuliah tarawih dilakukan lebih lama dalam bentuk kajian pekanan Ramadhan. Sungguh Ramadhan menjadi bulan pembelajaran umat Islam terhadap agamanya.

3. Lebih Banyak Membaca al-Quran

Umat Islam lebih terpacu untuk membaca dan mengkaji isi al-Quran. Mereka-mereka yang mengikuti program pendidikan Islam intensif (tarbiyyah Islamiyyah) memiliki target-target untuk mengkhatamkan bacaan al-Quran minimal 1 kali dalam sebulan ini. Pada tingkatan tarbiyyah tertentu bacaannya minimal 2 juz/hari atau 2 kali khatam dalam sebulan.

Anak-anak sekolah, terutama yang di pesantren, ternyata memiliki semangat yang lebih besar. Pada kesempatan bertelepon, kami mendapat kabar dari anak kami, bahwa di hari ke-4 puasa, anak-anak kelas 1 SMP (madrasah tsanawiyyah) di pesantren Husnul Khotimah sudah bertilawah sekitar 16 juz, atau rata-rata 4 juz sehari. Beberapa santri malah sudah mengkhatamkan al-Quran. Artinya, kondisi ini seperti mengulang kisah-kisah masa kejayaan Islam, di mana banyak di kalangan umat Islam yang dapat mengkhatamkan al-Quran dalam 3 hari! Walhamdulillah. 

Masyarakat secara umum pun bergairah mengkaji dan membaca al-Quran. Setidaknya dengan sholat sunnah tarawih, masyarakat lebih banyak mendengarkan bacaan al-Quran. Masjid kompleks kami juga menyelenggarakan pelajaran tahsin al-Quran atau memperbaiki bacaan.

Bersemangatnya umat Islam membaca dan mengkaji al-Quran akan menjadi keberkahan yang besar, karena pada al-Quran lah umat ini akan memperoleh bimbingan kehidupan dari Allah Yang Maha Memberi Petunjuk.

4. Meningkatnya Silaturahim dan Persaudaraan Umat Islam

Tak ada keharuan yang lebih besar bagi para penyeru persatuan umat Islam, kecuali menyaksikan umat Islam berbondong-bondong ke masjid dan saling bersilaturahim di sana. Wajah-wajah yang dihiasi senyuman bersalam-salaman saat bertemu dan juga saat selesai mengikuti kuliah keislaman.

Mereka yang hampir tak pernah berjumpa, karena sama-sama diliputi kesibukan urusan duniawi, di bulan ini begitu sering berjumpa di masjid. Ini semua karena karunia Allah swt semata. Di bulan ini hati-hati umat Islam menjadi lembut untuk memenuhi panggilanNya untuk datang ke masjid, rumahNya. Walhamdulillah.

5. Tayangan TV Lebih Terkontrol


Sebetulnya selama Ramadhan keinginan untuk menonton TV menurun drastis. Anggota keluarga merasa sayang menghabiskan waktu dengan menonton. "Lebih baik dipakai baca al-Quran." Begitulah alasannya.

Akan tetapi sesekali TV dinyalakan juga untuk mengisi waktu rehat. Nah, ternyata ada hal-hal yang patut disyukuri ketika melihat tayangan TV. Apapun alasan yang ada di balik dunia entertainment, tayangan di TV relatif lebih baik. Paling tidak siaran-siaran keislaman dominan di bulan Ramadhan ini. Penyiar-penyiar, terutama yang perempuan, lebih sopan dalam berpakaian. Begitu juga para artis tampil lebih menutup aurat di televisi. Sinetron-sinetron bernuansa keagamaan juga sepertinya sengaja disimpan untuk diputar di bulan Ramadhan.

Sekali lagi, meskipun dalam beberapa tayangan terasa kontradiktif dengan suasana khusyu' Ramadhan, secara umum tayangan TV ini relatif melindungi umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa.

***

Itulah beberapa catatan singkat tentang beberapa keberkahan bulan Ramadhan. Semoga Allah swt terus mencurahkan keberkahan dan kebaikanNya di bulan Ramadhan ini kepada umat Islam dan segenap bangsa Indonesia. Aamiin.

Bogor, 5 Ramadhan 1428,
Adi Junjunan Mustafa

sepasangmatabola wrote on Sep 16, '07
adijm said
Semoga Allah swt terus mencurahkan keberkahan dan kebaikanNya di bulan Ramadhan ini kepada umat Islam dan segenap bangsa Indonesia. Aamiin.
Amiiin. Juga buat kaum Muslim di Amerika, baik yang WNI mau pun WNA. Dan semoga Allah SWT senantiasa mendamaikan dunia dengan curahan cinta kasihNYa, amin. :)

Makasih mas Adi, tulisannya sangat menyejukkan hati. :)
adijm wrote on Sep 16, '07
Juga buat kaum Muslim di Amerika, baik yang WNI mau pun WNA. Dan semoga Allah SWT senantiasa mendamaikan dunia dengan curahan cinta kasihNYa, amin. :)
Aamiin. Tentu buat umat Islam di manapun juga. Semoga umat ini segera menjadi kuat untuk menebarkan kasih sayang ke seluruh alam (rahmatan lil 'aalamiin). Terima kasih, Mbak Sri.
dhafinyashisyah wrote on Sep 17, '07
adijm said
Alhamdulillah umat Islam di tanah air sudah memasuki hari ke-5 Ramadhan 1428. Bulan puasa ini memang penuh keberkahan dari Allah swt. Saya mencatat beberapa keberkahan yang sempat saya amati, sebagai berikut.

1. Pendidikan Intensif bagi Anak-anak

Anak-anak jadi bisa relatif mudah bangun pagi. Mereka bisa ikutan bangun untuk sahur. Walaupun satu anak berbeda dengan anak lain dalam kemudahannya (atau kesulitannya ... hehehe) dibangunkan, tapi mereka bangun untuk makan sahur. Ini merupakan pembiasaan yang baik bagi kehidupan mereka.

Selain itu ada sebuah kegairahan yang berbeda pada mereka untuk pergi ke masjid, terutama untuk bersholat jamaah Shubuh dan 'Isya. Alasannya bisa saja karena teman-temannya pun bersemangat ke masjid. Di sini bertemu fitrah anak yang senang bermain dengan temannya dengan semangat kebersamaan untuk sholat di masjid. Ketika kegiatan mereka dikelola baik di masjid, maka akan membekas kecintaan pada sholat berjamaah dan kepada masjid.

Waktu-waktu pun terasa lebih berarti dalam pendidikan terhadap anak-anak. Suasana Ramadhan memberikan nuansa keagamaan yang lebih kental pada banyak hal. Obrolan di rumah atau di perjalanan banyak menyentuh sisi-sisi akhlak dan keislaman. Sungguh merupakan karunia kondisi yang amat besar bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak sejak dini.

2. Masjid-masjid Ramai Dikunjungi

Subhanallah. Pada bulan Ramadhan, masjid kompleks perumahan saya begitu ramai dikunjungi jamaah umat Islam untuk bersholat dan juga mendengarkan kajian-kajian keislaman. Sampai hari kelima ini untuk sholat Isya, masjid selalu full-house. Untuk sholat Shubuh jamaah memang agak berkurang, tetapi tetap saja masjid hampir penuh dihadiri jamaah sholat.

Selain sholat wajib, masjid juga menyelenggarakan kuliah tarawih dan kuliah shubuh. Pada akhir pekan, kuliah tarawih dilakukan lebih lama dalam bentuk kajian pekanan Ramadhan. Sungguh Ramadhan menjadi bulan pembelajaran umat Islam terhadap agamanya.

3. Lebih Banyak Membaca al-Quran

Umat Islam lebih terpacu untuk membaca dan mengkaji isi al-Quran. Mereka-mereka yang mengikuti program pendidikan Islam intensif (tarbiyyah Islamiyyah) memiliki target-target untuk mengkhatamkan bacaan al-Quran minimal 1 kali dalam sebulan ini. Pada tingkatan tarbiyyah tertentu bacaannya minimal 2 juz.

Anak-anak sekolah, terutama yang di pesantren, ternyata memiliki semangat yang lebih besar. Pada kesempatan bertelepon, kami mendapat kabar dari anak kami, bahwa di hari ke-4 puasa, anak-anak kelas 1 SMP (madrasah tsanawiyyah) di pesantren Husnul Khotimah sudah bertilawah sekitar 16 juz, atau rata-rata 4 juz sehari. Beberapa santri malah sudah mengkhatamkan al-Quran. Artinya, kondisi ini seperti mengulang kisah-kisah masa kejayaan Islam, di mana banyak di kalangan umat Islam yang dapat mengkhatamkan al-Quran dalam 3 hari! Walhamdulillah. 

Masyarakat secara umum pun bergairah mengkaji dan membaca al-Quran. Setidaknya dengan sholat sunnah tarawih, masyakarat lebih banyak mendengarkan bacaan al-Quran. Masjid kompleks kami juga menyelenggarakan pelajaran tahsin al-Quran atau memperbaiki bacaan.

Bersemangatnya umat Islam membaca dan mengkaji al-Quran akan menjadi keberkahan yang besar, karena pada al-Quran lah umat ini akan memperoleh bimbingan kehidupan dari Allah Yang Maha Memberi Petunjuk.

4. Meningkatnya Silaturahim dan Persaudaraan Umat Islam

Tak ada keharuan yang lebih besar bagi para penyeru persatuan umat Islam, kecuali menyaksikan umat Islam berbondong-bondong ke masjid dan saling bersilaturahim di sana. Wajah-wajah yang dihiasi senyuman bersalam-salaman saat bertemu dan juga saat selesai mengikuti kuliah keislaman.

Mereka yang hampir tak pernah berjumpa, karena sama-sama diliputi kesibukan urusan duniawi, di bulan ini begitu sering berjumpa di masjid. Ini semua karena karunia Allah swt semata. Di bulan ini hati-hati umat Islam menjadi lembut untuk memenuhi panggilanNya untuk datang ke masjid, rumahNya. Walhamdulillah.

5. Tayangan TV Lebih Terkontrol


Sebetulnya selama Ramadhan keinginan untuk menonton TV menurun drastis. Anggota keluarga merasa sayang menghabiskan waktu dengan menonton. "Lebih baik dipakai baca al-Quran." Begitulah alasannya.

Akan tetapi sesekali TV dinyalakan juga untuk mengisi waktu rehat. Nah, ternyata ada hal-hal yang patut disyukuri ketika melihat tayangan TV. Apapun alasan yang ada di balik dunia entertainment, tayangan di TV relatif lebih baik. Paling tidak siaran-siaran keislaman dominan di bulan Ramadhan ini. Penyiar-penyiar, terutama yang perempuan, lebih sopan dalam berpakaian. Begitu juga para artis tampil lebih menutup aurat di televisi. Sinetron-sinetron bernuansa keagamaan juga sepertinya sengaja disimpan untuk diputar di bulan Ramadhan.

Sekali lagi, meskipun dalam beberapa tayangan terasa kontradiktif dengan suasana khusyu' Ramadhan, secara umum tanyangan TV ini relatif melindungi umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa.

***

Itulah beberapa catatan singkat tentang beberapa keberkahan bulan Ramadhan. Semoga Allah swt terus mencurahkan keberkahan dan kebaikanNya di bulan Ramadhan ini kepada umat Islam dan segenap bangsa Indonesia. Aamiin.

Bogor, 5 Ramadhan 1428,
Adi Junjunan Mustafa
hatur nuhun Uwa... doain dhafin lagi belajar baca Al-Quran, nanti bisa kayak Aa/teteh yah khatam dalam 3 hari, subhanallah!!!
adijm wrote on Sep 17, '07
hatur nuhun Uwa... doain dhafin lagi belajar baca Al-Quran, nanti bisa kayak Aa/teteh yah khatam dalam 3 hari, subhanallah!!!
Iya, didoakan sama Wa Adi ... Dhafin mani lucu, tulisan Wa Adi ikut di-kopi semua ... hehehe.
rinrinjamrianti wrote on Sep 17, '07
hehe iya Uwa... tll bersemangat :)
hums07 wrote on Sep 17, '07, edited on Sep 17, '07
Selain itu ada sebuah kegairahan yang berbeda pada mereka untuk pergi ke masjid, terutama untuk bersholat jamaah Shubuh dan 'Isya. Alasannya bisa saja karena teman-temannya pun bersemangat ke masjid. Di sini bertemu fitrah anak yang senang bermain dengan temannya dengan semangat kebersamaan untuk sholat di masjid. Ketika kegiatan mereka dikelola baik di masjid, maka akan membekas kecintaan pada sholat berjamaah dan kepada masjid.

-------------------

kadang2 kegiatan anak2 itu tdk dikelola baik di masjid oleh pengurus, mereka tidak diberi arahan lebih lanjut mengapa mereka melaksanakan sholat taraweh, mereka hanya disuruh jangan ribut klo bapak/ibu2 pada sholat asalkan diam dan duduk tenang tidak apa2. harusnya kan mereka diajak tuk sholat bersama. ini pengalaman dimesjid dekat rumah ortu saya di Palembang pak. sedih rasanya lihat anak2 kls 4 sd s/d smp hanya duduk diantara ibu/bapak yang sejak melaksanakan sholat taraweh. anak saya yang bungsu umur belum 4 thn aja ikutan sholat sampe selesai walaupun kadang keluar juga suaraya diantara waktu sholat karena ada anak besar yang menganggunya, silahkan baca disini. jangankan saya, ayah saja aja tidka bisa memberi masukan ke pengurus.
aniwei tulisan pak Adi menyejukkan walaupun dilingkungan kami ada beberapa point tidak terjadi hal serupa.
makasih...
adijm wrote on Sep 17, '07
hums07 said
sedih rasanya lihat anak2 kls 4 sd s/d smp hanya duduk diantara ibu/bapak yang sejak melaksanakan sholat taraweh.
Menjadi tanggung jawab kita semua untuk membimbing anak-anak hingga yang remaja. Yang paling efektif memang pendidikan di rumah. Nah, di bulan Ramadhan ini sangat wajar kalau para pengurus masjid memberi perhatian pada pembinaan anak-anak dan remaja. Mumpung suasananya kondusif. Saya akan terus ingatkan ini pada teman2 pengurus masjid di perumahan saya. Mudah2an ada jalan juga buat keluarga Mbak Elda melakukan yang sama ... dengan sabar tentu, terus memberikan masukan dan usulan pengelolaan masjid ini.
hums07 wrote on Sep 17, '07
alhamdulillah, tadi ada jalan dari-Nya pak, saya kenal ustad yg memberi ceramah, biar beliau kalau ceramah lagi memberikan materi pembinaan anak2 dan remaja. semoga dilingkungan bapak semuanya berjalan lancar, amin.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help