Adi J. Mustafa - Membaca Kehidupan

Blog EntryHaruskah Cinta Diungkapkan?Aug 5, '06 4:05 AM
for everyone

Seorang sahabat menyatakan kekagumannya kepada teman-teman lulusan Eropa. Saya tanya apa yang dikaguminya? Tentang kebiasaan mengungkapkan perasaan kepada istri, katanya. Ia pun bercerita, seorang sahabatnya yang lulusan Jerman menginap beberapa malam di apartemennya. Setiap kali menelpon istrinya di Jakarta, selalu sahabat saya ini mendengar ungkapan Ich liebe dich dari sang sahabat itu ke seberang sana.

Saya tersenyum mendengarnya, lalu mengatakan,"Lho, saya malah heran kalau seorang suami tidak pernah mengatakan aku sayang sama kamu, istriku ... atau sesekali mengatakan aku hari ini seneng abizz melihatmu, sayang ..." Yang terakhir itu sebetulnya ungkapan yang lebih banyak dipakai anak muda, tapi cukup segar lah kalau sesekali diungkapkan.

Saya sampaikan, mungkin teman-teman di Eropa terkena imbas Perancis atau Paris yang terkenal romantis. Sahabat saya tersenyum,"Wah, pantas ... mungkin kamu terkena gaya perancis juga alias perapatan ciamis ...!" Kami tertawa. Lalu saya sedikit kisahkan bagaimana suasana romantis Paris itu. Meskipun tak semua hal bisa dijadikan pelajaran, tapi dari Paris saya tahu sebagian arti romantis.

"Bisa jadi ada teman-teman secara tidak sadar sudah bergaya Jepang dalam berkomunikasi kepada istri ...," kata sahabat saya itu tiba-tiba. Mendengar kalimat itu membuat perasaan saya menerawang membayangkan otokorashi ala kaum samurai. Apakah kerasnya dunia luar, membuat beku komunikasi di dalam rumah? Wah dingin banget, kata saya dalam hati.

***

Sudah jelas Nabi saw dan para sahabatnya itu orang-orang yang punya jiwa perjuangan yang hebat. Kehidupan mereka di Madinah hampir tak pernah sepi dari perang atau ekspedisi militer. Justru dalam kerasnya perjuangan itulah mereka menemukan keseimbangan pada kelembutan interaksi dengan istri dan anak-anak. Setiap kali pulang berjihad, Nabi selalu disambut anak-anak kecil Madinah. Bukan hanya cucu beliau yang berlari menghampiri beliau, tapi juga beberapa anak lain. Lalu Nabi pun memangku salah seorang dari anak-anak itu, sementara yang lainnya menarik-narik kain baju beliau, karena beliau memang begitu lembut dan menyayangi anak-anak.

Saat pulang dari sebuah ekspedisi militer, Nabi menggoda Jabir, sahabatnya yang pengantin baru. "Wah, tentu bantal-bantal empuk sudah disiapkan di rumahmu ...," kata beliau. Jabir terkejut dan mengatakan,"Tapi kami tak punya bantal-bantal empuk di rumah ..." Tentu saja respon Jabir yang serius itu membuat Nabi tersenyum, sebab kalimat beliau adalah kiasan kemesraan istri yang menanti Jabir di rumahnya. Bisa jadi Jabir yang masih muda itu gugup dan tidak siap diajak bergurau oleh satu pribadi yang amat dihormatinya ini.

Benarlah perjuangan tak membuat Nabi dan para sahabatnya menjadi dingin dan keras dalam interaksi dengan para istri mereka. Justru kemesraan itu menjadi penyeimbangan suasana perjuangan.

***

Kalau kau mencintainya, maka sampaikanlah. Ini tuntunan hikmah untuk mempererat persaudaraan; Maka menyatakan cinta kepada istri itu bagian dari hikmah kenabian. Kaidah ushul mengatakan, min baabil aulaa, sungguh lebih utama untuk menyatakan cinta kepada istri.

***

"Hari ini aku betul-betul kangen ... sampai pengen nangis," katanya.

"Oya, jam berapa kangennya?"

"Sekitar jam 5 sore ..."

"Oh pantesan ... Jam segituan, rasanya saya juga enggak bisa konsentrasi di depan komputer. Kalau kangen ... coba tahan dikit lah, biar setrumannya enggak kenceng ke sini, sayang ..."

"Oyaaa ...? Apa enggak salah nih. Jangan-jangan di sana dech yang kangen duluan."

"Enggak juga, kayaknya di sana duluan ..."

"Ya udah, ambiiil ... mangga bungkuuus ..."

"He he he ..."

"Kenapa ketawa?"

"Enggak, kadang kamu luchu ... thanks ya, udah dikangenin. Enggak penting siapa yang kangen duluan, yang pasti ik houd van jou ..."

"Ik weet het. I love you too ..."

"Alhamdulillah."

"Alhamdulillah ..."

***

Ya Allah, jadikan cinta kami kepada istri-istri kami sebagai cinta karenaMu, yang menjadi wasilah kami merasakan manisnya iman dan meraih ridhaMu. Ya Allah, ampuni kami ketika berlebihan dalam bersikap. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami istri dan anak-anak yang tetap mendorong kami untuk istiqamah dalam iman dan perjuangan. Amiin.


-Sebuah catatan lama. Buat Kang RL ... entah catatan ini sampai enggak ke Jakarta; Semoga engkau sukses selalu, Bro-


25 CommentsChronological   Reverse   Threaded
sudjanamihardja wrote on Aug 5, '06
adijm said
Ya Allah, jadikan cinta kami kepada istri-istri kami sebagai cinta karenaMu, yang menjadi wasilah kami merasakan manisnya iman dan meraih ridhaMu. Ya Allah, ampuni kami dalam berlebihan bersikap. Ya Allah, karuniakan juga kami istri dan anak-anak yang tetap mendorong kami untuk istiqamah dalam iman dan perjuangan. Amiin.
amien,

amien,

amien ya Rabb-l 'alamien!
annidalucu wrote on Aug 5, '06
seperti biasa ustd, sudah diforward :D
adijm wrote on Aug 5, '06
amien ya Rabb-l 'alamien!
jazakaLlaahu khairan, Mang Elan.
array064 wrote on Aug 5, '06
Cinta itu tdk hanya harus diungkapkan, tapi juga harus diresapi sepenuhnya dalam hati dan dibuktikan dgn perbuatan...

**belajar dari syahadatain (diyakini/diimani, dideklarasikan, dan diamalkan)... :)
bangdha wrote on Aug 5, '06
"istri yang paling setia di dunia adalah istri orang-orang jepang" katanya sih. bener gak nih ust?
adijm wrote on Aug 5, '06
seperti biasa ustd, sudah diforward :D
iya Ummi Nida, semoga bermanfaat buat teman-teman semua.
adijm wrote on Aug 5, '06, edited on Aug 5, '06
Cinta itu tdk hanya harus diungkapkan, tapi juga harus diresapi sepenuhnya dalam hati dan dibuktikan dgn perbuatan...
benar sekali, seperti itu bang Hendra ... *smile*. coretan saya ini ingin menekankan masalah "mengungkapkan cinta". satu permasalahan yang sepertinya susah-susah gampang buat kebanyakan kita, orang Indonesia.
adijm wrote on Aug 5, '06, edited on Aug 5, '06
bangdha said
"istri yang paling setia di dunia adalah istri orang-orang jepang" katanya sih. bener gak nih ust?
hmm, sepertinya butuh diskusi yang agak panjang untuk perihal yang diangkat bang Hadi ini. memang ada beberapa akar budaya atau etika yang dipegang perempuan Jepang untuk setia kepada suami dan mendukung mereka dalam kesulitan hidup. banyak orang di Indonesia terkesan dengan karakter "Oshin" yang pernah tampil dalam drama seri di televisi. cuma sepertinya saat ini makin sulit menemukan orang seperti "Oshin" di Jepang. setidaknya itu yang pernah disampaikan sensei senior bahasa Jepang saya di Tokyo.

di sisi lain, saya yakin sifat setia kepada suami yang dimiliki perempuan Indonesia tidak kalah dibandingkan perempuan Jepang ... dan yang terpenting, sifat setia hakiki itu hanya lahir ketika dilandaskan pada keimanan yang kokoh dan ajaran agama yang benar.

atau bang Hadi tertarik muslimah Jepang nih ...? *smile*
anibowo wrote on Aug 6, '06
adijm said
Lalu saya sedikit kisahkan bagaimana suasana romantis Paris itu. Meskipun tak semua hal bisa dijadikan pelajaran, tapi dari Paris saya tahu sebagian arti romantis.
Menurut saya hal romantis adalah hal yg sangat berkaitan dgn karakter tiap individu. Ada yg bisa dan mungkin ada yg agak sulit berbuat romantis. Hal ini bisa dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan di keluarga dll.
Yang penting adalah perhatian. Bisa ngga pasangan kita 'care' terhdp segala sesuatu yg kita alami. Romantis plus perhatian, siip banget. Tapi kalo hanya bisa memberi perhatian tanpa bersikap romantis, yaa disyukuri juga.Kan yg penting prinsip ta'awunnya.

adijm wrote on Aug 6, '06, edited on Aug 6, '06
anibowo said
Yang penting adalah perhatian. Bisa ngga pasangan kita 'care' terhdp segala sesuatu yg kita alami. Romantis plus perhatian, siip banget. Tapi kalo hanya bisa memberi perhatian tanpa bersikap romantis, yaa disyukuri juga.Kan yg penting prinsip ta'awunnya.
Terima kasih mbak Ani untuk tambahannya ini. Saya terus terang mencari juga makna romantis ini. Yang paling dekat dengan apa yang menjadi pesan tulisan ini mungkin pada pengertian: displaying, expressive of, or conducive to love; Dan bukan pada pengertian imaginative but impractical.

Mungkin memang sikap ekspresif mengungkapkan cinta ini bergantung pada karakter seseorang. Saya perhatikan orang Timur punya cara yang khas dibandingkan orang Barat untuk mengungkapkan cinta. Cara yang, kalau boleh saya istilahkan "lebih simbolis", untuk mengkontraskan pada cara orang Barat yang memang nampak tumbuh dalam suasana terbuka mengungkapkan emosi (perasaan) secara verbal. Asalkan pesan cinta itu tersampaikan it will be fine ... Dan tentu pada sikap saling menolong (ta'awun) itu ada cinta!
annidalucu wrote on Aug 6, '06
jazzakallah utk tambahannya ust. tidak penting saya fwdkan ke milis mana :) yg jelas membernya banyak para Bapak :D mudah2an saja bermanfaat utk yg membacanya. Sampai hari ini belum ada yang mereply fwd-an tersebut :)
Comment deleted at the request of the author.
Comment deleted at the request of the author.
Comment deleted at the request of the author.
bangdha wrote on Aug 6, '06

hmm, sepertinya butuh diskusi yang agak panjang untuk perihal yang diangkat bang Hadi ini.......


sepertinya boleh dibahas tuh ust dlaam blog ini sebagai wawasan kita. ana sedikit banyak tahu juga dari Ir. Budiyanto. M.Eng. (trainer Trustco)

atau bang Hadi tertarik muslimah Jepang nih ...?
wah kalo yang ini terlalu sulit nih.
adijm wrote on Aug 6, '06, edited on Aug 6, '06
bangdha said
sepertinya boleh dibahas tuh ust dlaam blog ini sebagai wawasan kita. ana sedikit banyak tahu juga dari Ir. Budiyanto. M.Eng. (trainer Trustco)
sementara ini pandangan saya secara singkat seperti yang disampaikan di atas, bang Hadi. oya, mas Budiyanto tentu bisa cerita lebih banyak, sebab pernah lama di Jepun ... *smile*
adijm wrote on Aug 6, '06
tidak penting saya fwdkan ke milis mana :) yg jelas membernya banyak para Bapak :D mudah2an saja bermanfaat utk yg membacanya.
amiin ... jazakillahu khairan atas forwarding-nya.
deeyand wrote on Aug 7, '06
adijm said
"Ik weet het. I love you too ..."
uhuuuuuiiii! :D
artikelnya oke, pak adi.
buat pak adi n istri: moga tambah lengket aje, samara dunia akhirat :)
adijm wrote on Aug 7, '06
deeyand said
artikelnya oke, pak adi.
buat pak adi n istri: moga tambah lengket aje, samara dunia akhirat :)
terima kasih mbak Dee untuk apresiasi dan doanya. semoga Allah swt memberikan segenap kebaikan buat mbak Dee.
lifeuniversity wrote on Jan 22, '07
ustadz adi.. ini diana, moderator kamus..
afwan, ijin download artikel ini untuk di-upload di blog kamus ya..
syukron jazakumullah khoir .. :)

*ini materi yg disampaikan ust Adi JM di kamus hari kamis, 11 jan 2007 kemarin


adijm wrote on Jan 22, '07
iya, silakan mbak Diana. jazakillahu khairan ikut menyebarkan tulisan ini dan terus menekuni program kamus (kajian muslimah). insya Allah banyak memberikan manfaat pada para peserta kajian.
rachmadjr wrote on Feb 26, '07
Bang adi, terkadang rasa kangen ama istri muncul lho saat - saat jam kerja rachmad, kebaikannya, kebesaran hatinya, senantiasa menghiasi rupanya di pelupuk mata ini
adijm wrote on Feb 26, '07
Jadikan rasa kangen itu untuk memupuk cinta. Dan terus sempurnakan cinta itu hanya karena mencari keridhoanNya ...
atmand wrote on Jul 4, '07
Pa Adi kalau cinta karena Allah itu gambarannya seperti apa? hatur nuhun pa sateuacana :D
adijm wrote on Jul 4, '07
atmand said
Pa Adi kalau cinta karena Allah itu gambarannya seperti apa? hatur nuhun pa sateuacana :D
Pernah nonton filem "Kiamat Sudah Dekat"-nya Deddy Mizwar enggak? Nah, si Fandi kan disuruh mempelajari "elmu ikhlash". Menurut saya, kalau secara populer ilustrasi di filem itu cukup mendekati gambaran "cinta karena Allah" ... *smile*. Tentu di sana-sini ada koreksi dari apa yang ditampilkan di filem itu. Deddy Mizwar kan budayawan, dia memotret budaya sekelilingnya. Apa yang dia tampilkan sudah lumayan menjadi pencerahan.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help