Seorang sahabat menyatakan kekagumannya kepada teman-teman lulusan Eropa. Saya tanya apa yang dikaguminya? Tentang kebiasaan mengungkapkan perasaan kepada istri, katanya. Ia pun bercerita, seorang sahabatnya yang lulusan Jerman menginap beberapa malam di apartemennya. Setiap kali menelpon istrinya di Jakarta, selalu sahabat saya ini mendengar ungkapan Ich liebe dich dari sang sahabat itu ke seberang sana. Saya tersenyum mendengarnya, lalu mengatakan,"Lho, saya malah heran kalau seorang suami tidak pernah mengatakan aku sayang sama kamu, istriku ... atau sesekali mengatakan aku hari ini seneng abizz melihatmu, sayang ..." Yang terakhir itu sebetulnya ungkapan yang lebih banyak dipakai anak muda, tapi cukup segar lah kalau sesekali diungkapkan. ... selengkapnya pada buku Energi Cinta untuk Keluarga
 | seperti biasa ustd, sudah diforward :D |
 | adijm wrote on Aug 5, '06 amien ya Rabb-l 'alamien!  jazakaLlaahu khairan, Mang Elan. |
 | Cinta itu tdk hanya harus diungkapkan, tapi juga harus diresapi sepenuhnya dalam hati dan dibuktikan dgn perbuatan...
**belajar dari syahadatain (diyakini/diimani, dideklarasikan, dan diamalkan)... :) |
 | "istri yang paling setia di dunia adalah istri orang-orang jepang" katanya sih. bener gak nih ust? |
 | adijm wrote on Aug 5, '06 seperti biasa ustd, sudah diforward :D  iya Ummi Nida, semoga bermanfaat buat teman-teman semua. |
 | adijm wrote on Aug 5, '06, edited on Aug 5, '06 Cinta itu tdk hanya harus diungkapkan, tapi juga harus diresapi sepenuhnya dalam hati dan dibuktikan dgn perbuatan...  benar sekali, seperti itu bang Hendra ... *smile*. coretan saya ini ingin menekankan masalah "mengungkapkan cinta". satu permasalahan yang sepertinya susah-susah gampang buat kebanyakan kita, orang Indonesia. |
 | adijm wrote on Aug 5, '06, edited on Aug 5, '06 "istri yang paling setia di dunia adalah istri orang-orang jepang" katanya sih. bener gak nih ust?  hmm, sepertinya butuh diskusi yang agak panjang untuk perihal yang diangkat bang Hadi ini. memang ada beberapa akar budaya atau etika yang dipegang perempuan Jepang untuk setia kepada suami dan mendukung mereka dalam kesulitan hidup. banyak orang di Indonesia terkesan dengan karakter "Oshin" yang pernah tampil dalam drama seri di televisi. cuma sepertinya saat ini makin sulit menemukan orang seperti "Oshin" di Jepang. setidaknya itu yang pernah disampaikan sensei senior bahasa Jepang saya di Tokyo.
di sisi lain, saya yakin sifat setia kepada suami yang dimiliki perempuan Indonesia tidak kalah dibandingkan perempuan Jepang ... dan yang terpenting, sifat setia hakiki itu hanya lahir ketika dilandaskan pada keimanan yang kokoh dan ajaran agama yang benar.
atau bang Hadi tertarik muslimah Jepang nih ...? *smile* |
 | adijm wrote on Aug 6, '06, edited on Aug 6, '06 Yang penting adalah perhatian. Bisa ngga pasangan kita 'care' terhdp segala sesuatu yg kita alami. Romantis plus perhatian, siip banget. Tapi kalo hanya bisa memberi perhatian tanpa bersikap romantis, yaa disyukuri juga.Kan yg penting prinsip ta'awunnya.  Terima kasih mbak Ani untuk tambahannya ini. Saya terus terang mencari juga makna romantis ini. Yang paling dekat dengan apa yang menjadi pesan tulisan ini mungkin pada pengertian: displaying, expressive of, or conducive to love; Dan bukan pada pengertian imaginative but impractical.
Mungkin memang sikap ekspresif mengungkapkan cinta ini bergantung pada karakter seseorang. Saya perhatikan orang Timur punya cara yang khas dibandingkan orang Barat untuk mengungkapkan cinta. Cara yang, kalau boleh saya istilahkan "lebih simbolis", untuk mengkontraskan pada cara orang Barat yang memang nampak tumbuh dalam suasana terbuka mengungkapkan emosi (perasaan) secara verbal. Asalkan pesan cinta itu tersampaikan it will be fine ... Dan tentu pada sikap saling menolong (ta'awun) itu ada cinta! |
 | jazzakallah utk tambahannya ust. tidak penting saya fwdkan ke milis mana :) yg jelas membernya banyak para Bapak :D mudah2an saja bermanfaat utk yg membacanya. Sampai hari ini belum ada yang mereply fwd-an tersebut :) |
Comment deleted at the request of the author.
Comment deleted at the request of the author.
Comment deleted at the request of the author.
 | hmm, sepertinya butuh diskusi yang agak panjang untuk perihal yang diangkat bang Hadi ini.......
sepertinya boleh dibahas tuh ust dlaam blog ini sebagai wawasan kita. ana sedikit banyak tahu juga dari Ir. Budiyanto. M.Eng. (trainer Trustco)
atau bang Hadi tertarik muslimah Jepang nih ...? wah kalo yang ini terlalu sulit nih.
|
 | adijm wrote on Aug 6, '06, edited on Aug 6, '06 sepertinya boleh dibahas tuh ust dlaam blog ini sebagai wawasan kita. ana sedikit banyak tahu juga dari Ir. Budiyanto. M.Eng. (trainer Trustco)  sementara ini pandangan saya secara singkat seperti yang disampaikan di atas, bang Hadi. oya, mas Budiyanto tentu bisa cerita lebih banyak, sebab pernah lama di Jepun ... *smile* |
 | adijm wrote on Aug 6, '06 tidak penting saya fwdkan ke milis mana :) yg jelas membernya banyak para Bapak :D mudah2an saja bermanfaat utk yg membacanya.  amiin ... jazakillahu khairan atas forwarding-nya. |
 | adijm wrote on Aug 7, '06 artikelnya oke, pak adi. buat pak adi n istri: moga tambah lengket aje, samara dunia akhirat :)  terima kasih mbak Dee untuk apresiasi dan doanya. semoga Allah swt memberikan segenap kebaikan buat mbak Dee. |
 | ustadz adi.. ini diana, moderator kamus.. afwan, ijin download artikel ini untuk di-upload di blog kamus ya.. syukron jazakumullah khoir .. :)
*ini materi yg disampaikan ust Adi JM di kamus hari kamis, 11 jan 2007 kemarin
|
 | adijm wrote on Jan 22, '07 iya, silakan mbak Diana. jazakillahu khairan ikut menyebarkan tulisan ini dan terus menekuni program kamus (kajian muslimah). insya Allah banyak memberikan manfaat pada para peserta kajian. |
 | Bang adi, terkadang rasa kangen ama istri muncul lho saat - saat jam kerja rachmad, kebaikannya, kebesaran hatinya, senantiasa menghiasi rupanya di pelupuk mata ini |
 | adijm wrote on Feb 26, '07 Jadikan rasa kangen itu untuk memupuk cinta. Dan terus sempurnakan cinta itu hanya karena mencari keridhoanNya ... |
 | Pa Adi kalau cinta karena Allah itu gambarannya seperti apa? hatur nuhun pa sateuacana :D |
 | adijm wrote on Jul 4, '07 Pa Adi kalau cinta karena Allah itu gambarannya seperti apa? hatur nuhun pa sateuacana :D  Pernah nonton filem "Kiamat Sudah Dekat"-nya Deddy Mizwar enggak? Nah, si Fandi kan disuruh mempelajari "elmu ikhlash". Menurut saya, kalau secara populer ilustrasi di filem itu cukup mendekati gambaran "cinta karena Allah" ... *smile*. Tentu di sana-sini ada koreksi dari apa yang ditampilkan di filem itu. Deddy Mizwar kan budayawan, dia memotret budaya sekelilingnya. Apa yang dia tampilkan sudah lumayan menjadi pencerahan. |
 | adijm wrote on May 31, '09 Salam kenal juga Mas Faisal. Terima kasih utk sharing-nya. Cinta karena Allah itu menjadikan Allah swt sebagai muara segala cinta kita. Ketika orang yang kita cintai tiada, maka Allah Yang Maha Mencintai tak pernah pergi. Dia selalu bersama kita. |
| |