Ini adalah hasil jepretan pada kegiatan sekolah Qanita. Setiap tahun sekolah mengadakan acara Pasar Mini. Sekolah memberi modal kepada setiap kelompok. Saya lupa besarnya. Tapi kelompok itu tidak boleh membelanjakan uang lebih dari modal yang dibagikan.
Pesertanya kelas IV dan kelas V. Setiap kelompok beranggotakan 10 orang, campuran perempuan dan lelaki. Masing-masing anak punya tugas menyiapkan makanan yang akan dijual dan berbagai persiapan lainnya. Pihak orang tua (para ibu) ikut membantu menjadi supervisor. Kenyataannya sih, para ibu yang sibuk masak juga ... hehehe.
Tapi saya melihat kegiatan ini melatih tanggung jawab pada anak-anak. Selain itu mereka juga berlatih kerja sama. Lewat kegiatan ini jiwa kewirausahaan juga dibina.
Pada hari Pasar Mini itu, antara jam 11:00 sampai jam 13:00 anak-anak dari kelas I - III dan kelas VI, juga anak-anak SMP diberi waktu bebas untuk jajan. Maka suasana Pasar pun jadi meriah. Kegiatan yang menarik ...
Saya juga ikut jajan *smile*. Selain memang banyak makanan lezat, saya sungguh menghargai anak-anak yang kadang datang menjajakan makanan atau minuman mereka dengan cara berkeliling membawa baki.
Stand Kelompok Qanita 2 Comments
Latihan Menyiapkan Jualan
|
 | Kreatif juga para guru mengadakan acara seperti itu ya...bagus sekali untuk melatih anak-anak...dan tentu mereka senang sekali...kenangan tak terlupakan saya rasa...
btw...lho pak adi ikut juga?? lagi di ina sekarang? |
 | adijm wrote on Feb 24, '07 Itu foto-foto akhir November lalu saat saya berlibur, Ummi Zaki.
Iya, itu diantara kegiatan kreatif yang diadakan di sekolah anak-anak. Sayang saya tidak bisa mengikuti langsung kegiatan lain seperti study-tour, SENYUM (SEpekan NYantri di UMmul quro) pada tiap Ramadhan, manasik haji atau kegiatan camping Sabtu-Ahad. Pada kegiatan-kegiatan itu ada proses pembentukan karekter yang tidak bisa dilakukan lewat pelajaran di kelas. |
 | mmmh..pinginnya anakku masuk disitu juga...melihat program-progamnya yang top banget.
mungkin itu juga sebabnya pak adi gak ngajak mereka ke Jepang ya... |
 | adijm wrote on Feb 24, '07 mungkin itu juga sebabnya pak adi gak ngajak mereka ke Jepang ya...  iya Mbak. itu salah satu pertimbangan utama. mereka sudah nyaman dengan pendidikan sekolah di sana. |
 | saya pengen masukin Hafiz ke Ummul Quro. Tapi pas tau sppnya, gubrakkk!! gak jadi deh. PNS kaya abu hafiz ga bisa deh kayanya. Padahal Hafiznya juga belum 3 thn... :D |
 | adijm wrote on Feb 24, '07, edited on Feb 24, '07 memang uang masuk dan spp-nya relatif mahal ya. begitulah, kami pun merasakan expenses untuk pendidikan 4 anak prosentase-nya cukup besar ... semoga menjadi pengeluaran yang barokah. |
 | ti2n wrote on Feb 24, '07 wah.. kegiatannya menarik sekali :) dulu saya pas SD ada kegiatan masak bersama, tapi untuk dimakan bersama, bukan dijual.. hehehe :D |
 | adijm wrote on Feb 24, '07 mbak Titin, kayaknya acara masak bersama dan kerajinan khusus murid perempuan juga ada ya. cuma saya enggak tahu persisnya ... :) |
Comment deleted at the request of the author.
 | Sekolah yang bagus dan menarik buat anak-anak ya Mas..... |
 | adijm wrote on Feb 24, '07 Alhamdulillah, Mas. Sebagai ortu, kita tentu senang anak2 mendapatkan pendidikan yang baik. |
 | bu...bu... beli makanannya dunk.... yang ini harganya berapa bu... :D hehehehe |
 | adijm wrote on Feb 25, '07 pisang keju 1000 dapet 3 ... hehehe. |
 | ohh ... saya baru tau kalo keluarga Mas Adi ada di Bogor. Tapi saya setuju perlunya bekal yang mantap buat anak2 di usia sekolah dasar. |
 | adijm wrote on Feb 25, '07 Betul, Mas Sudanto, mereka di Bogor. Kami di rumah masih sering berbincang, apakah bekal pengokohan akhlak dan dasar-dasar agama ini cukup di SD ataukah sampai SMP atau bahkan sampai SMA. Masih kami timbang-timbang dan melihat perkembangan anak-anak tentunya. |
 | Yang saya amati dari murid-murid saya, usia SMP dan SMA sangat perlu pendampingan dari orangtua, apalagi sekarang, rata2 media informasi dan acara TV di Indonesia parah banget kualitas dan misinya, belum pergaulannya di luar sekolah. Saya tidak terlalu banyak tau kondisi di Jepang, tapi dilihat dari kesempatan belajar, daya saing, pengalaman, dan kesempatan dekat dengan orang tuanya, kelihatannya ada baiknya anak2 neruskan di sana ya. |
 | adijm wrote on Feb 25, '07, edited on Feb 25, '07 Saya enggak permanen di Jepang, Mas. Insya Allah sebentar lagi pulang ... *smile*. Jepang mungkin bisa dijadikan alternatif buat sekolah mereka di perguruan tinggi nanti, kalau ada rejekinya, insya Allah.
Terima kasih untuk masukannya ... |
 | Ummul Quro,,,, namanya sama dengan DSUQ (Domper Sosial Ummul Quro) ya ustadz .. hehehe :D. Terlepas dari semua itu, subhanallah sekarang sudah banyak sekolah islamic yg berkualitas. Insya Allah akan muncul generasi dan pelopor baru disini. |
 | adijm wrote on Feb 25, '07 Nama Ummul Quro memang favorit sepertinya. Banyak lembaga pendidikan dan sosial menggunakannya.
Benar, persoalan utama pendidikan adalah melahirkan generasi baru yang berkualitas. Ini pasti jadi perhatian penting masyarakat yang mendambakan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan.
Terima kasih komentarnya, mbak Iis. |
 | oranghutan wrote on Feb 28, '07, edited on Feb 28, '07 Kegiatan seperti ini memang bagus sekali untuk melatih anak-anak berwirausaha.
Tadi, di kelas saya ada anak SMU yang mengikuti pelajaran. Maksudnya agar ke depannya dia bisa mendapatkan arahan untuk menentukan jurusannya di Universitas.
Sepertinya akan bagus sekali kalau anak-anak ini mampir ke IPB (promosi.com) atau Univ. lain untuk melihat beberapa jurusan yang ada di sana. Sehingga sedari kecil mereka sudah mempunyai bayangan tentang profesi-profesi yang ada di dunia nyata. Selama ini kan kalau anak kecil ditanya mau jadi apa kan kebanyakan akan menjawab: dokter, pilot, astronot, Ir., Prof.
Ah, maaf kepanjangan Pak. Sekian dulu.
-jaya- Freiburg, Jerman |
 | adijm wrote on Feb 28, '07 Sepertinya akan bagus sekali kalau anak-anak ini mampir ke IPB (promosi.com) atau Univ. lain untuk melihat beberapa jurusan yang ada di sana. Sehingga sedari kecil mereka sudah mempunyai bayangan tentang profesi-profesi yang ada di dunia nyata.  Ide yang bagus. Insya Allah, saya akan ajukan ide ini pada forum guru-ortu di sekolah anak-anak. Terima kasih banyak. |
Comment deleted at the request of the author.
Comment deleted at the request of the author.
 | pak saya alumni SDIT UMMUL QURO dan juga santri Hsnul Khhotimah, mw tanya. Apakah anak bapak sekolah di kedua sekolah itu? |
 | adijm wrote on Jun 17, '07 pak saya alumni SDIT UMMUL QURO dan juga santri Hsnul Khhotimah, mw tanya. Apakah anak bapak sekolah di kedua sekolah itu?  Iya anak2 saya sekolah di SDIT UQ. Kalau yang di Husnul ada seorang. Skr kelas VIII. Adiknya, Hasan Shiddiq, tahun ini mau ke HK juga. Salam kenal ... |
 | Ass.wrwb, Pak anak nya kelas berapa sekarang, kalau anak saya juga di SD dan SMP kelas 3 dan 9. Salam kenal ya pak MOKO |
 | adijm wrote on Oct 25, '07 Ass.wrwb, Pak anak nya kelas berapa sekarang, kalau anak saya juga di SD dan SMP kelas 3 dan 9. Salam kenal ya pak MOKO  Wa'alaikumussalaam wr wb. Yang diliput di album ini Qanita, sekarang kelas 5 SD. Salam kenal juga. Terima kasih. |
| |