Bangsa Palestina, yang saat ini berada dalam salah satu puncak penderitaan, akibat ditutupnya (blokade) berbagai akses ekonomi dan sosial oleh penjajah Israel. Pasokan energi listrik diputuskan. Pasokan makanan dan minuman sangat dibatasi. Akses ke luar negeri pun ditutup. Bangsa Palestina, terutama anak-anak dan orang tua, menderita. Sementara itu pembunuhan dan penangkapan pejuang Palestina terus dilakukan.
Keadaan internal bangsa Palestina pun dirundung masalah. Akibat politik klasik "devide et impera", dua kubu besar di Palestina, Fatah dan Hamas, diceraiberaikan dari persatuan. Sungguh ini fitnah yang memilukan, karena sesungguhnya ada musuh bersama yang mesti dihadapi bersama untuk kemerdekaan Palestina.
Pada demo ini kembali digalang aksi "one man one dollar, to save Palestine". Umat Islam sedunia diajak untuk membangun solidaritas untuk membantu saudaranya di Palestina sana. Ini adalah ujud ukhuwah islamiyah yang tak dibatasi kawasan politik negara. Bahkan solidaritas ini menjadi simbol perjuangan global melawan penjajahan di muka bumi yang tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.
Bangsa Indonesia, dengan mayoritas penduduknya yang muslim, diajak untuk menjadi pelopor perjuangan ini. Bangsa Indonesia pasti mengetahui bagaimana pedihnya dijajah. Bangsa Indonesia pasti menyadari, betapa pentingnya arti kemerdekaan untuk melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara menuju keadilan dan kesejahteraan. Aksi solidaritas mendesak Pemerintah RI untuk memberikan dukungan nyata terhadap bangsa Palestina, sesuai janji yang pernah disampaikan Pemerintah kepada mereka melalui PM Palestina.
Bangsa Palestina menyampaikan salamnya kepada bangsa Indonesia. Mereka mohon didoakan agar tetap bersabar dan tabah dalam perjuangan. Meskipun listrik dimatikan, mereka tetap memenuhi masjid-masjid untuk sholat berjamaah Shubuh. Mereka tetap yakin bahwa Allah akan menolong hamba-hambaNya yang taat kepadaNya.
Semoga Allah swt terus menggelorakan semangat umat Islam di dunia ini untuk maju menuju kejayaan. Kemudian dengan kejayaan ini tersebarlah rahmat, kasih sayang kepada seluruh alam. Aksi solidaritas kepada Bangsa Palestina ini sesungguhnya menjadi momentum untuk mengokohkan jiwa dalam menebarkan kebajikan di mana pun berada. Dan itulah yang tengah dan mesti dilakukan umat Islam di mana pun. Saudara yang jauh di sana diperhatikan betul keadaannya oleh muslim Indonesia, maka pastilah keadaan di tanah air amat diperhatikan juga. Momentum ini digelar untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa umat Islam dan bangsa Indonesia terus memperhatikan dan mendukung perjuangan saudaranya di Palestina.
Bogor, 28 Januari 2008,
Adi J. Mustafa
Link Berita:
-
Gaza Merintih, Di Mana Sisi Kemanusiaan?-
Diam Sama Dengan Bunuh Rakyat Palestina