Adi J. Mustafa - Membaca Kehidupan

ReviewReviewReviewPartai Islam Perlu Menata DiriMar 19, '07 7:17 AM
for everyone
Category:Other
Mutammimul Ula, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, menulis sebuah opini pada harian Republika berjudul Partai Islam dan Pemilu 2009.

Tulisan ini cukup menarik karena mengangkat penyusunan RUU Penyelenggaraan Pemilu yang belum juga selesai. Implikasi keterlambatan tersusunnya RUU ini adalah persiapan Pemilu 2009 yang akan sangat pendek. Ini bisa menurunkan kualitas pemilu, sebab masa sosialisasinya akan pendek. Pada gilirannya penyelenggaraannya di berbagai tingakat akan lemah. Rakyat juga akan punya waktu sangat singkat untuk memahami aturan pemilu nanti.

Sub-bahasan "aturan belum selesai" ternyata menyimpan gagasan yang agak meloncat atau bahkan berbelok, yaitu tentang elitisnya parta-partai (Islam) yang bermain di panggung kekuasaan saat ini. Partai-partai ini belum mampu mensejahterakan mayoritas rakyat. Nampaknya pembicaraan tentang Islam dan kekuasaan, dimaksudkan untuk menghadirkan partai-partai yang berbeda dengan partai-partai elitis tersebut.

Selanjutnya diangkat permasalahan yang sebenarnya tidak terlalu orisinal. Penulis mengingatkan tema-tema lama yang terjadi pada partai-partai Islam, seperti terjadinya konflik internal, terlibat dalam kekuasaan tanpa memiliki visi yang kuat dan kinerja yang hebat, dan kelemahan penyiapan SDM untuk memasok birokrasi. Meskipun ini tema-tema lama, sepertinya penulis menganggap tetap relevan untuk diangkat dan untuk mengingatkan partai-partai Islam tentang kelemahan-kelemahan ini.

Yang patut kita hargai dari tulisan ini adalah, walaupun penulis berasal dari Fraksi PKS, akan tetapi permasalahan yang diangkat adalah permasalahan partai Islam secara umum. Bisa jadi sebagian permasalahan yang diangkat pun merupakan otokritik bagi PKS. Kita berharap ada konsolidasi yang mantap, cerdas dan tulus dari segenap pimpinan partai Islam. Bagaimana pun lemahnya prestasi partai-partai Islam merupakan kerugian bagi proses membangun keadilan dan kemakmuran di tanah air. Jika partai-partai berbasis relijius tidak tampil dengan elegan, maka kita kehilangan kesempatan melihat tampilnya good and clean governance di tanah air.

partaidakwah wrote on Feb 29
Assalammu'alaikum wr wb

Sayang linknya tulisannya sudah berbeda ustadz, namun memang harus ada pmbenahan didalam intern partai Islam, termasuk diantaranya komunikasi dua arah antara kader dan qiyadah bukannya kader hanya dicekoki oleh qiyadah dengan alasan tsiqoh, sehingga pembenahan bisa dilakukan secara menyeluruh tidak hanya parsial dan hanya berada pada kalangan elit partai saja, sehingga ketidakpuasan kader terhadap qiyadah tidak langsung disikapi dengan diboikot, atau sebaliknya jika qiyadah mengeluarkan keputusan tidak selalu merasa pasti benar sendiri hanya sehingga setiap keputusan dan instruksi berlandaskan pada objek bukan subyek qiyadah itu sendiri....

Terimakasih ustadz sudah berkunjung ke blog ana yang masih carut marut...

Wassalammu'alaikum wr wb
statistician81 wrote on Mar 1
bisa di copy can tulisannya ndak? link nya berubah sepertinya...
adijm wrote on Mar 2, edited on Mar 9
Silakan search di google dengan frase "partai islam dan pemilu 2009". Saya mendapatkan link ini.
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help