Adi J. Mustafa - Membaca Kehidupan

Adi Junjunan's posts with tag: puisi dan sajak

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag puisi dan sajak
Blog EntryTuhan Sembilan Senti -Taufiq Ismail-Jan 17, '08 11:26 PM
for everyone
Bismillaahi.
Assalaamu'alaikum.

Hari Kamis kemarin Masjid al-Idrisi, Bakosurtanal mengadakan acara pengajian menyambut Tahun Baru Hijriyah 1429. Ustadz Zainal Abidin menyampaikan tabligh dengan ringan, jenaka, tapi padat makna. Beliau menyampaikan poin-poin berikut:
  • Sebetulnya 1 Muharram itu tidak ada kaitannya dengan peristiwa Hijrah Nabi Muhammad saw. Sebab catatan sejarah menyatakan bahwa beliau berhijrah pada bulan Rabiul Awwal. Adapun nama hijriyah itu adalah sebatas konvensi penamaan kalender pada masa Umar bin Khattab ra lewat syura dengan para sahabat senior. Jadi nama yang dipilih adalah Kalender Hijriyyah. (Catatan saya: Tetap ada hubungan perhitungan tahun hijriyah ini dengan peristiwa HIjrah, yaitu pada penghitungan awal tahun hijriyah yang mengacu pada tahun peristiwa Hijrah. Justru pada pemilihan referensi titik awal tahun hijriyah inilah kita menemukan kejelian dan ketelitian ahli syura di masa Umar ra. Mereka tidak menjadikan titik awal tahun dari tahun kelahiran Nabi Muhammad, misalnya. Peristiwa Hijrah tentu dipilih dengan berbagai pertimbangan matang. Inilah yang banyak dikaji setiap awal tahun hijriyah. Wallahu a'lam.)
  • Pentingnya kita untuk senantiasa kembali pada Quran dan Sunnah dalam beribadah dan dalam kehidupan sehari-hari. Quran dan Sunnah ini ibarat resep pengobatan. Kalau kita dapat resep dari dokter tentu kita akan mengikuti resep tersebut agar sembuh dari penyakit. Nah, Quran dan Sunnah adalah resep kehidupan ini secara utuh, maka tentu kita tidak boleh menyimpang dari resep yang Allah swt berikan dan dituntunkan oleh RasulNya saw.
  • Masalah rokok dan perokok. Pada awal ceramahnya Ust Zainal Abidin menyinggung akan memberikan pesan kepada hadirin tentang merokok. Saat akan menutup, beliau memenuhi janjinya. Ternyata beliau tidak menggali dalil naqli secara khusus. Beliau hanya mengatakan, dalam Quran ada disebutkan kisah Ahli Kitab yang "umniyyun", enggak bisa baca tulis. Nah, masalah madhorot merokok sudah banyak diungkapkan para ahli. Secara khusus beliau malah mengupas sajak yang ditulis sastrawan dan budayawan Tauqif Ismail. Kata Ustadz, beliau enggak pernah seneng sama puisi, tapi puisi Taufiq Ismail berjudul "Tuhan Sembilan Senti" ini kekecualian. Beliau membacanya berulang-ulang ... Kata beliau, masya Allah, kalau dalam Quran dikisahkan fitnah ashabul ukhduud, maka di Indonesia saat ini berjangkit fitnah "ashaabul uduud" (udud = merokok) ... *smile*
***

Saya pernah membaca puisi "Tuhan Sembilan Senti" ini. Puisi ini memang sarat dengan pesan akhlak. Di dalamnya juga diungkap fakta-fakta ilmiah dan sosial tentang (pe)rokok. Budaya merokok sudah sedemikian melilit, sampai diungkapkan Indonesia menjadi sorga bagi para perokok. Tapi yang paling tajam disoroti Taufiq Ismail adalah sebagian dari "para ulama terhormat" yang ternyata "ahli hisap" di tengah tugasnya sebagai ahli hisab.

Saat mendengar ceramah kemarin saya jadi merenung. Benar juga ya. Seolah hidup bangsa ini tak bisa lepas dari rokok. Untuk membangun olah raga perlu (pe)rokok. Pada masalah rokok ini ada berbagai paradoks sosial. Mau membangun bangsa yang sehat kok mesti dengan merusak bagian dari bangsa itu sendiri ...

Cukup ah ... saya kutipkan saja lagi tulisan Pak Taufiq Ismail. Semoga Allah memberi kebaikan kepada sastrawan dan budayawan relijius ini. Aamiin.

Salam,
Adi JM @ Bogor

=====)|(=====)|(=====)|(=====)|(=====)|(=====)|(=====)|(=====

Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

 =====)|(=====)|(=====)|(=====)|(=====)|(=====)|(=====)|(=====

Blog EntryBuatlah Kami MerindukanMu ...Sep 10, '07 12:26 AM
for everyone
Ya Allah buatlah kami merindukanMu
betapa penatnya jiwa ini dengan berbagai urusan dunia
tak habis-habis dan terus berbaris
mengetuk pintu pagi
pintu siang
dan bahkan pintu petang
dan malam ...

Ya Allah tolong kami untuk merindukanMu
jiwa yang lelah mestinya merapat kepadaMu
tapi lemahnya ia, bahkan menjauh dariMu

Ya Allah benarkah ini urusan yang baik bagi kami
jika malah membuat menjauh dariMu?
Ya Allah jika tidak karena bimbinganMu
betapa jauh
langkah-langkah ini dari kebenaran
Ya Allah andaikan bukan karena kemurahanMu
betapa menderitanya jiwa dalam kegersangan yang melelahkan

Ya Allah ampuni dosa kami ...
maafkan atas segala kelemahan diri ini
nikmatMu tiada batas menyelimuti hidup kami
ada di setiap hembusan napas karuniaMu
ada di setiap detak jantung
pada setiap tetes darah yang membawa kekuatan kehidupan

Ya Allah tolong kami untuk merindukanMu
hati yang mestinya tak pernah berhenti bersyukur kepadaMu
bahkan lebih sering berpaling
terbutakan berbagai urusan sesaat
lemahnya ia, bagaimana menolak nikmatMu?
padahal
nikmatMu tiada batas menyelimuti hidup kami
ada di setiap karunia penciptaan
ada di setiap karunia pemeliharaan
pada setiap kepemurahanMu yang tiada batas

Ya Allah di penghujung Sya'ban ini
buatlah kami merindukanMu
demi memasuki Ramadhan yang penuh keberkahan
tolong kami untuk merindukanMu
menata kembali semua urusan dalam rahmatMu
untuk ridhoMu ...

Ya Allah, Engkau Maha Pemurah
tiada kebaikan kecuali dariMu semata
tiada daya dan kekuatan kecuali anugerahMu semata
tiada pujian kecuali milikMu semata

Bogor, 28 Sya'ban 1428 (10 September 2007),
Adi J. Mustafa

Blog EntryTerima KasihFeb 9, '07 12:37 AM
for everyone
untuk kebersamaan ini

teman
aku tak tahu senyum mana yang lebih indah
apakah saat kau bersabar atas ujian
ataukah saat kau bersyukur dalam bahagia
pada keduanya kutemukan ketulusan
aku belajar tersenyum darimu
meski mungkin engkau tak pernah tahu

teman
kemana cita-cita langkah kita
coba goreskan lagi tinta
di ujung buku harianmu
seperti pernah kau ajarkan padaku
pada halaman terakhir buku kecilmu
yang kuintip di hari-hari pertama kita

teman
bantu aku teguhkan jiwa
entah kenapa kadang lelah menerpa
mungkin karena kuayun langkah
sedang sorot mataku tak terlalu tajam
menangkap tatap sayang
dari seberang samudera sana
(maafkan atas kemanjaanku)

teman
dengan apa terima kasih ini harus kuungkapkan
untuk jemarimu yang giat bekerja
untuk jiwamu yang penuh cinta merawat bunga-bunga kita
untuk waktumu diantara derap langkah para penyeru
untuk sabarmu memperhatikan langkahku
untuk hari-harimu ...

teman
yakinkanlah bisik munajat doamu
kau lantunkan pada sujud panjangmu
aku titipkan cintaku untukmu kepadaNya
agar cinta kita kekal karenaNya



chiba, 9 feb '07 -modified and reposted-
untuk 9 feb '92

Blog EntryDoa Kami, Ya AllahOct 1, '06 10:57 AM
for everyone

Ya Allah,
kalimat-kalimatMu kami renungkan
saat kami bershalat
kala tadabbur dalam tilawah
dalam tahfizh kami yang terbata-bata

Ya Allah,
jadikan adz Dzikr pengingat diri
asy Syifaa bagi penyakit di dada kami
yang terhasut iri dan dengki
yang terjerat rasa tinggi hati

Ya Allah,
anugerahi kami cinta pada keimanan
perindahlah ia di dalam dada
dan jadikan kami benci pada kekufuran
juga pada kefasikan dan perbuatan dosa

Ya Allah,
anugerahi kami cahaya al Hudaa
pencerah jiwa
penerang akal pikiran
pelembut qalbu dengan al Furqan

Ya Allah,
ingatkan kami dengan al Quran
saat kami terlupa
dan ajarilah kami ilmuMu

saat kejahilan membelenggu


Chiba
, 9 Ramadhan 1427


Blog EntryKumohon Ampunan-Mu ...Sep 18, '06 11:37 PM
for everyone

Ya Allah, berkahilah kami di hari-hari terakhir bulan Sya'ban ini dan ijinkanlah serta bantulah kami memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang penuh suka cita dan jiwa yang sungguh-sungguh menanti keberkahan ibadah shiyam, ibadah qiyam, ibadah shodaqoh serta berbagai ibadah lain ikhlas untukMu semata.

Kumohon Ampunan-Mu ...


ya Allah
ketika aku terlupa
menjauhkan diri dariMu
kecillah aku, terhinalah aku
jalan di hadapan menjadi kabur
kegundahan melanda hati
pena-pena menumpul
lidah tak lagi mengungkap hikmah
pikiran tak lagi jernih
jiwa kian melemah
tangan, kaki dan sekujur tubuh menjadi malas
napas hidup seolah menjadi tanpa makna
aku menjadi lupa akan diri sendiri

ya Allah
pada maafMu yang tak berbatas
kuasaMu yang tak berhingga
kebijaksaanMu yang senantiasa indah
ilmuMu yang melebihi tinta tujuh samudra
yang meliputi setiap gerak di alam semesta
kasih sayangMu yang meliputi segala yang ada

pada ampunanMu yang tak bertepi
inilah hambaMu yang selalu terlupa
teringat lalu terlupa lagi
menangis lalu tertawa lagi
inilah aku yang lemah
yang tak akan pernah bisa lari dari bumiMu
atau dari naungan langitMu
yang selalu mengharapkan pertolonganMu


ya Allah
Engkau Rabb-ku
tak ada Kekasih sejati yang kutaati selain diriMu
Engkau menciptakanku
dan aku adalah hambaMu
dan aku kukuhkan pemenuhan janji padaMu
sepenuh daya
aku berlindung padaMu dari kejelekan diriku
begitu besar nikmatMu kepadaku
namun begitu banyak dosa-dosaku ...
ya Allah
ampunilah aku
sungguh tak ada yang mengampuni dosa
selain Engkau


- Chiba, 15 September 2005 -
Kembali menjadi curahan hati menjelang Syahrish Shiyaam 1427 ini


Blog EntryEnam Puisi RinduJul 30, '06 12:03 PM
for everyone
1. waktu tak ada mesra

ada kalanya percakapan kita sepi dan dingin
seperti sunyi malam yang hanya menyisakan desir angin
ada kalanya kita merasakan suasana asing
bahkan untuk mengenal perasaan satu sama lain

kalimat yang terucap berat dihimpit bimbang
waktu jiwa kita sama terbebani masalah
dan terpencil di lembah dalam yang gelap
aku hanya meminta pengertian dan kepercayaan
dan kau hanya menyampaikan cinta dan harapan
rentang waktu dan jarak jadi jauh membentang
dan kita seperti tidak sedang bercakap-cakap
kita sedang menyampaikan gundah yang panjang
yang terkubur di antara timbunan persoalan
lalu tiba-tiba menyeruak di sela labilnya jiwa

untuk obrolan semalam yang tak ada mesra: maafkan!
tapi seperti biasa tawamu menghapuskan keraguan
bukankah tak selalu kisah itu berbunga-bunga (bisikmu)
kalau tak ada duka, mana ada rasa suka cita
aku perlahan semakin berani menyatakan cinta
waktu jiwa semakin segar dan bisikannya makin terdengar
seperti langit dihiasi bintang yang beredar dan tenggelam
seperti waktu malam ketika hampir meninggalkan gelap
seperti waktu subuh yang menghantarkan hembus napas alam

chiba, 17 januari 2006


2. memaknai rindu

mungkin kita terpisah
untuk belajar merasakan rindu
memandang keindahan dari kejauhan
seperti menatap pelangi
atau garis-garis lembah di pegunungan
atau lembayung senja
sesaat setelah mentari terbenam perlahan
mendengarkan desir angin menyentuh dedaunan
sambil memejamkan mata
atau suara gemericik air
ketika tertumpah dalam aliran
dan terus mengalir
tak berhenti

mungkin kita terpisah
untuk mengumpulkan sejuta kekaguman
yang seringkali tak terlihat
dari kedekatan

chiba, 17 januari 2006 (finishing)


3. pelangi rindu (memaknai rindu -2-)

kita belajar memaknai rindu
seperti menikmati pelangi
tak ada tapi indah
karena kita menatap
dari kejauhan
dan sinar itu berpendar
pada titik-titik embun
yang berubah menjadi prisma

embun itu ada pada kisah
yang menyeberangi samudra
entah itu membawa tawa
atau sesekali duka
prisma jiwa ini mengubahnya
menjadi warna-warni cinta
merah itu marah
atau cinta membara
seperti energi
yang tak pernah habis
dan kisah-kisah yang dibawa angin
seperti pesona jingga dan kuning
memadukan semangat dan riang hati

kita belajar menikmati rindu
seperti menatap pelangi
dari kejauhan
hijau adalah sejuknya jiwa
dan ketentraman
terbalut biru
untuk segenap rindu
dan kepercayaan terdalam

kita belajar memahami rindu
ungu adalah misteri
yang hadir
di antara semangat
dan sepi hati
tapi kita tetap berbisik
semoga suci di jalan ini
seperti putih


chiba, 2 januari 2006,
di hari yang dingin dan gerimis


4. rekaman asa

deru waktu terus memburu
menyelang-nyeling warna-warni peristiwa
... manusia menghitung usianya

si kecil telah beranjak remaja
melangkahkan kaki merentang jarak
ada cita yang dikejar
duka yang hadir lebur dalam suka cita
... manusia semakin berkaca
menjadi orang tua
yang masih terbata-bata
mengeja makna

derap langkah para pejuang
memasuki medan kekuasaan
ada fitnah, terdengar teriak
tapi lari dari amanah
menghadirkan fitnah yang lebih besar
manusia mencoba merapatkan shaff
semakin tak berarti berjalan sendiri
seperti semakin tak berarti hanya bicara
ada panggilan, terdengar teriak
deru waktu terus memburu
meski tertatih
harus terus melangkan maju

rupiah melemah
bbm harus semakin mahal
para pemimpin mengintip kursi
dengan nafsu memburu
tangan-tangan rakus raksasa
siap mengoyak negeri yang rapuh
di timur dan di barat
tangan-tangan rakus raksasa
menancapkan kuku-kukunya
menyulut perselingkuhan
dengan para penunggang kuda liar
anak-anak aceh masih menangis
jutaan lagi masih terengah
sekedar menagih hak untuk belajar
di sana segelintir orang antri
menunggu jatah mobil milyaran
sementara jutaan orang berjalan di bawah terik
sekedar untuk makan sehari
... manusia diam terpekur
menghitung di mana tempat bekerja

dia tersenyum
berdoa meniupkan cinta
tetap ceria menyirami bunga
di taman
dan teguh menyemai damai
derap langkah para pejuang
memasuki medan kekuasaan
ada panggilan, terdengar teriak
deru waktu menggilas usia
meski tertatih
harus terus melangkah maju

chiba, 27 agustus 2005


5. untuk 13 tahun kita

teman
aku tak tahu senyum mana yang lebih indah
apakah saat kau bersabar atas ujian
ataukah saat kau bersyukur dalam bahagia
pada keduanya kutemukan ketulusan
aku belajar tersenyum darimu
meski mungkin engkau tak pernah tahu

teman
kemana cita-cita langkah kita
coba goreskan lagi tinta
di ujung buku harianmu
seperti pernah kau ajarkan padaku
pada halaman terakhir buku kecilmu
yang kuintip di hari-hari pertama kita

teman
bantu aku teguhkan langkahku
entah kenapa kadang lelah menerpa
mungkin karena kuayun langkah
sedang sorot mataku tak terlalu tajam
menangkap tatap sayangmu
dari seberang samudera sana
(maafkan atas kemanjaanku)

teman
dengan apa aku harus ungkapkan terima kasih
untuk jemarimu yang giat bekerja
untuk jiwamu yang lelah merawat bunga-bunga kita
untuk waktumu diantara derap langkah para penyeru
untuk sabarmu memperhatikan langkahku
untuk hari-harimu ...

teman
yakinkanlah bisik munajat doamu
kau lantunkan pada sujud panjangmu
aku titipkan cintaku untukmu kepadaNya
agar cinta kita kekal karenaNya

chiba, 9 feb '05
untuk 9 feb '92
(kau katakan kau ingin lebih dari sekedar teman. tentu, kau adalah teman sejatiku. catatan setelah kau baca puisi ini, setelah obrolan hangat dan doa bersama kita)

6. doa dalam rindu

tawa yang lepas
sinar mata binar
celoteh riang gembira
atau tangis yang sangat alami
adalah air sejuk
siram jiwa yang lelah
penghibur kala sepi menerpa

cerita-cerita ceria
dongeng-dongeng menjelang lelap
memautkan rasa dan cita
menjadi jendela luas untuk esok
biar terang bersama benderang zaman
menumbuhkan asa
memupuk rasa percaya diri

dan tetap buatlah jiwa bahagia
tatap wajah semesta
teriakkan cita mulia
atau tangisi gundahnya dunia
sebab kalian adalah anak zaman
tak boleh kalah oleh tantangan
tegak dalam cinta
tak boleh larut dalam kedengkian
bagikan selalu suka cita
tak boleh tenggelam dalam kekikiran
tunduk dalam pengabdian
kepada Pemilik Alam Raya
tulus
ikhlas

chiba, 1 mei 2004
buat FHQM di bogor


Blog EntryMenu Jiwa: Sumayyah (Hijjaz)Jul 1, '06 8:10 AM
for everyone

Assalaamu'alaikum wr wb.

Di tengah obrolan dan impian membangun keluarga yang penuh suasana sakinah, mawaddah wa rahmah, pada titik-titik tertentu kita tetap mesti menghentikan langkah, menajamkan pendengaran dan mengambil pelajaran dari kesabaran keluarga-keluarga pejuang yang telah Allah takdirkan mengukir sejarah.

Seperti penghentian langkah kita untuk menyimak kisah keluarga Yassir ini ... Kisah mereka memang menggetarkan jiwa. Mengingatkan kita akan makna kehidupan, bagaimana menjunjung tinggi kebenaran dan mempertahankan keyakinan akan kebenaran itu. Menu bagi jiwa yang terkadang luput pada langkah kehidupan yang selalu menginginkan kesenangan ...

Sumayyah

dan di selembut sutra
kau miliki iman yang teguh
kau nyalakan obor agama
dirimu bak lentera
dibelenggu jahiliyyah
kau tempuh dengan berani
walaupun jasadmu milik tuan
tetapi hatimu milik Tuhan

tarikh masa menjadi saksi ketabahan keluarga itu
jika suami dan anak dibaring menghadap mentari
disuruh memilih iman atau kekufuran

samar jahiliyyah atau sinaran aqidah

sabarlah keluarga Yassir
bagimu surga di sana
dan kau pun tega memilih surga
walau terpaksa mengorban nyawa
lalu tombak yang tajam menikam
jasadmu yang tiada bermaya
namun iman di dadamu sedikit tidak berubah

darahmu menjadi sumbu pelita iman
Sumayyah, kaulah lambang wanita shalihah
tangan yang disangka lembut menghayun buaian
menggoncang dunia mencipta sejarah

Sumayyah, kau dibunuh di dunia sementara
untuk hidup di surga yang selama-lamanya
kaulah wanita terbaik sebaik manusia
namamu tetap menjadi sejarah

***

Ini salah satu syair terbaik yang pernah saya dengar. Senandungnya saya simpan pada link: http://adijm.multiply.com/music/item/3


Blog EntryBelahan Jiwa (Seismic)Jun 24, '06 1:11 AM
for everyone

belahan jiwa

belahan jiwa
engkau mentari
pelita hati ini
tersenyumlah
bahagiakanku
dengan tulusmu
dengan cintamu

belahan jiwa
ingatkanlah ku
jika terlupa
dalam menuju
tersenyumlah
bahagiakanku
dengan beningmu
dengan kasihmu

engkau kurindu
sepanjang waktu
teguhlah memandu aku
kudoakan engkau selalu
di kala malam
tengah menjelang

menjadilah
setegar karang
sesejuk pagi
seindah rembulan
sejernih hati
sebening embun
seberkah nurani
seperkasa mentari pagi

belahan jiwa
ingatkanlah ku
jika terlupa
dalam menuju
tersenyumlah
bahagiakanku
dengan beningmu
dengan kasihmu

engkau kurindu
sepanjang waktu
teguhlah memandu aku
kudoakan engkau selalu
di kala malam
tengah menjelang

menjadilah
setegar karang
sesejuk pagi
seindah rembulan
sejernih hati
sebening embun
seberkah nurani
seperkasa mentari pagi

Tuhan teduhilah
belahan jiwaku
berikan cahyaMu
tetap teguh dijalanMu

Tuhan teduhilah
kami di jalanMu
berikan cahyaMu
tetap teguh di jalanMu

***

Ini tentu syair untuk suami kepada istrinya atau sebaliknya. Senandungnya di: http://adijm.multiply.com/music/item/3.


Blog EntryAbout Marriage and Children -Gibran's Poems-Jun 13, '06 1:04 AM
for everyone

...

Marriage

Then Almitra spoke again and said, "And what of Marriage, master?"
And he answered saying:
You were born together, and together you shall be forevermore.
You shall be together when white wings of death scatter your days.
Aye, you shall be together even in the silent memory of God.
But let there be spaces in your togetherness,
And let the winds of the heavens dance between you.
Love one another but make not a bond of love:
Let it rather be a moving sea between the shores of your souls.
Fill each other's cup but drink not from one cup.
Give one another of your bread but eat not from the same loaf.
Sing and dance together and be joyous, but let each one of you be alone,
Even as the strings of a lute are alone though they quiver with the same music.
Give your hearts, but not into each other's keeping.
For only the hand of Life can contain your hearts.
And stand together, yet not too near together:
For the pillars of the temple stand apart,
And the oak tree and the cypress grow not in each other's shadow.

Children

And a woman who held a babe against her bosom said, "Speak to us of Children."
And he said:
Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life's longing for itself.
They come through you but not from you,
And though they are with you, yet they belong not to you.
You may give them your love but not your thoughts.
For they have their own thoughts.
You may house their bodies but not their souls,
For their souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit, not even in your dreams.
You may strive to be like them, but seek not to make them like you.
For life goes not backward nor tarries with yesterday.
You are the bows from which your children as living arrows are sent forth.
The archer sees the mark upon the path of the infinite,
and He bends you with His might that His arrows may go swift and far.
Let your bending in the archer's hand be for gladness;
For even as he loves the arrow that flies, so He loves also the bow that is stable.


===

By: Khalil Gibran
From: The Prophet (1923)
Source: http://leb.net/gibran/


MusicSajak RendraJun 7, '06 1:41 AM
for everyone
Sajak Seorang tua utk istrinya  WS rendra 

Blog EntrySajak Seorang Tua untuk Istrinya (Rendra)Jun 7, '06 1:37 AM
for everyone

Sajak Seorang Tua untuk Istrinya
W.S. Rendra

Aku tulis sajak ini untuk menghibur hatimu
sementara kau kenangkan encokmu
kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
dan juga masa depan kita yang hampir rampung
dan dengan lega akan kita lunaskan

Kita tidaklah sendiri dan terasing dengan nasib kita
karena soalnya adalah hukum sejarah kehidupan
suka duka kita bukanlah istimewa
karena setiap orang mengalaminya
hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
hidup adalah untuk mengolah hidup
bekerja membalik tanah
memasuki rahasia langit dan samudra
serta mencipta dan mengukir dunia

Kita menyandang tugas
karena tugas adalah tugas
bukannya demi surga atau neraka
tetapi demi kehormatan seorang manusia
karena sesungguhnya kita bukan debu
meski kita telah reot, tua renta dan kelabu

Kita adalah kepribadian
dan harga kita adalah kehormatan kita
Tolehlah lagi ke belakang
ke masa silam yang tak seorang pun kuasa menghapuskan
lihatlah betapa tahun-tahun kita penuh warna
sembilan puluh tahun yang dibelai napas kita
sembilan puluh tahun yang selalu bangkit
melewatkan tahun-tahun lama yang porak poranda
dan kenangkanlah pula
bagaimana kita dahulu tersenyum senantiasa
menghadapi langit dan bumi dan juga nasib kita

Kita tersenyum bukanlah karena bersandiwara
bukan karena senyuman adalah satu kedok
tetapi karena senyuman adalah satu sikap
sikap kita untuk Tuhan,
manusia sesama, nasib dan kehidupan

Lihatlah sembilan puluh tahun penuh warna
kenangkanlah bahwa kita telah selalu menolak menjadi koma
kita menjadi goyah dan bongkok
karena usia nampaknya lebih kuat dari kita
tapi bukan karena kita telah terkalahkan

Aku tulis sajak ini untuk menghibur hatimu
sementara kamu kenang encokmu
kenangkanlah pula bahwa kita ditantang seratus dewa

***

== Yang mau dengar rekamannya silakan mampir ke ruang "Senandung" ==

Teks di atas saya tulis dengan mendengarkan rekaman suara Rendra, jadi paragraf dan pembagian barisnya "suka-suka" saya. Mohon maaf kepada Mas Rendra kalau ada keliru penyalinan dan terima kasih banyak. Saya suka sekali sajak Mas Rendra ini.

Terima kasih buat Abu Aufa yang ngasih link ke rekaman ini. Saya udah lupa alamat sumbernya.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help